fbpx
Pesparani Bukan Sebatas  Pesta Iman Katolik, Tapi Jadi Peristiwa Budaya Rakyat Maluku

Pesparani Bukan Sebatas Pesta Iman Katolik, Tapi Jadi Peristiwa Budaya Rakyat Maluku

18 / 100

Tual News – Gubernur Maluku, Murad Ismail menegaskan Pesparani Katolik IV Provinsi Maluku di Kota Tual 24 – 30 september 2022 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai indentitas dan budaya dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku, sebab Pesparani bukan hanya sebuah pesta iman umat Katolik, namun sudah menjadi peristiwa sosial budaya masyarakat Maluku.

Peserta pesparani Kabupaten Kepulauan Aru
Peserta pesparani Kabupaten Kepulauan Aru

“Sehubungan dengan itu, saya ingin menyampaikan beberapa hal penting, yakni peserta paduan suara Gerejani adalah sebuah pesta iman bagi umat katolik sekaligus peristiwa sosial budaya bagi masyarakat Maluku yang patut dimaknai dalam ikatan persaudaraan yang rukun, ” Tegas Gubernur Maluku saat melepas pawai kontingen Pesparani 11 kab /kota Provinsi Maluku di halaman utama Balai Kota Tual, sabtu ( 24/9/2022) pukul 14.00 WIT.

Kata Murad, para kontingen Pesparani Maluku merupakan wujud kebersamaan diantara umat Katolik dari berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku.

Peserta pesparani Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Peserta pesparani Kabupaten Kepulauan Tanimbar

” Para kontingen juga pasti datang dengan semangat dan tekad yang kuat untuk memberikan yang terbaik. Soal mau jadi juara atau tidak itu bukan hal yang utama, namun yang paling penting adalah melalui momentum Pesparani akan lebih meningkatan persatuan umat, ” Harapnya.

Gubernur Maluku juga berharap melalui Pesparani, umat Katolik di Provinsi Maluku semakin bersatu.

VideoCapture 20220924 205451

” Kiranya bakat, talenta dan potensi seperti ini terus dapat di kembangkan sehingga dapat berkiprah di level Nasioanl dan juga di ajang Internasioanl, ” Pintah Murad Ismail.

Pada kesempatan itu, Gubernur Maluku menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tual dan masyarakat Kota Tual yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparani keempat tingkat Provinsi Maluku tahun 2022 dalam bingkai Ain Ni Ain.

” Kita patut bersyukur dan bangga bahwa Pesparani keempat tahun 2022 dilaksanakan di Kota yang dikenal sebagai Kota Toleransi. Pesparani bukan saja ivent umat Katolik, tetapi ini merupakan iven untuk semua umat beragama di Maluku. Jadi kita harus buat seperti MTQ tingkat Provinsi Maluku yang kemarin di laksanakan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dimana dapat dukungan umat katolik dan protestan, inilah nilai-nilai adat, budaya leluhur yang harus terus kita jaga dan pupuk untuk membangun Maluku yang bersatu aman damai dan sejahtera, ” Jelasnya.

Turut hadir Wali Kota Tual, Adam Rahayaan, S.Sg, Wawali Tual, Usman Tamnge, S.E, Sekda Kota Tual, A.Yani Renuat, Pimpinan OPD Pemkot Tual bersama Forkopimda Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Bahkan Sekda Provinsi Maluku, Bupati MBD,  Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (KP3KD) Provinsi Maluku beserta pengurus, para ketua dan anggota kontingen Pesparani dari 11 Kabupaten/Kota se-Maluku ikut hadir dalam kegiatan pawai tersebut.

Kegiatan pawai kontingen Pesparani Katolik IV Provinsi Maluku dari 11 kab / kota berjalan aman dan sukses. Para peserta dengan berjalan kaki dan hiasan mobil memperagakan atraksi budaya dari daerah masing masing mengelilingi wilayah Kota Tual.

( Pewarta: Neri Rahabav )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page