Sorong, Tual News – TNI harus hadir di tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi bagi masyarakat Papua dimanapun berada.
Penegasan ini disampaikan Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga dalam sambutannya saat menghadiri acara musyawarah Provinsi ke I Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten/Kota se Provinsi Papua Barat Daya sekaligus kegiatan Para-Para Kebangsaan Anugrah Agungzona Kepala Burung, di Rose Quartz Crystal Ballroom Rylich Panorama Hotel, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Klasur, Distrik Sorong Kota, Sorong, (11/3/2023).
Kasdam menjelaskan program khusus TNI adalah mengatasi kesulitan rakyat.
” Dalam mengatasi kesulitan rakyat seperti masalah Stunting, Pendidikan dan Kesehatan, Pemerintah, Lembaga Masyarakat Adat, para Tokoh Adat, Agama dan Masyarakat diharapkan hadir dan dapat memberikan rasa aman dan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan terdapat beberapa perbedaan mendasar peradaban masyarakat Papua dengan masyarakat Nusantara.
” Masyarakat Nusantara mempunyai Raja yang memerintah, sedangkan di Papua mempunyai kepala Suku yang hidup dalam kelompok kecil, kehidupan masyarakat Nusantara sudah tertata sedangkan masyarakat Papua saat ini keteraturan kehidupan tergantung kepada Kepala Suku, ” Jelasnya
Selain itu kata Kasdam masyarakat nusantara memiliki bahasa pemersatu sedangkan masyarakat papua hanya memiliki bahasa Ibu.
” Masyarakat Nusantara memiliki tonggak sejarah pemersatu sedangkan papua tidak memiliki tonggak sejarah pemersatu dalam hubungan besar,” kata Kasdam
Di sisi lain, Frengky Umpain selaku Ketua Harian Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat menegaskan LMA Papua Barat merupakan organisasi berbasis kultur, satu-satunya yang terdaftar secara resmi di Kemendagri dan Kesbangpol Provinsi.
“Organisasi ini telah banyak menyumbangkan sumbangsih bagi generasi Papua, tidak ada dualisme dalam LMA Papua Barat, dengan demikian kita mengakomodir dan merangkul seluruh LMA yang ada di Papua Barat Daya agar tidak pecah, ” Terang Ketua LMA.
Frangky menegaskan, LMA Papua Barat sudah tidak lagi membawahi LMA Papua Barat Daya, karena sudah ada LMA Papua Barat Daya.
” Lembaga ini bukan lembaga politik, lembaga ini merupakan lembaga independent yang masih terus ada untuk mendukung kebijakan NKRI, lembaga ini merupakan inspirator dan fasilitator untuk keberlangsungan hidup orang papua, ” Tegasnya.
Diakui, LMA merupakan satu-satunya Lembaga yang mendukung keberlangsungan Otsus saat semua menolak Otsus Jilid II.
” Kedepan kami akan mendorong ekonomi kerakyatan bagi masyarakat papua sehingga Provinsi PBD akan haram dengan ketertinggalan dan menuju kemakmuran,” Tandas Ketua LMA.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, Yusuf Homer, S.H. memberikan apresisai yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Lembaga Adat adalah suatu organisasi masyarakat yang bertumbuh dan berkembang dan memiliki wilayah hukum adat, LMA juga mempunyai wewenang untuk menyelesaikan seluruh permasalahan di dalam adatnya, selain itu LMA juga merupakan mitra Pemerintah dalam mendukung program-program Pemerintah,” Jelasnya.
Ikut hadir dalam kegiatan ini, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Juniras Lumbantoruan, S.Sos., M.Si., Danlantamal XIV/Sorong beserta pejabatnya, Korsmin Pangkoarmada III, Kasi Intel Kasrem 181/PVT, Dandim 1802/Sorong, Kaposda BIN Sorong, Rektor Unimuda Sorong, Ketua Fraksi Otsus, George K. Dedaida, S.Hut., M.Si. Plt, para Ketua LMA jajaran Papua Barat dan Papua Barat Daya, para Kepala Suku, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, para Toda, Togadan Toma dan lembaga terkait lainya.
