Jakarta, Tualnews.com – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di sektor pendidikan tinggi terus mengalami pertumbuhan global, seiring meningkatnya kompleksitas kebutuhan pembelajaran dan layanan akademik.
Institusi pendidikan kini dituntut tidak hanya mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa, tetapi juga menjaga kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan waktu, sumber daya pengajar, dan skala operasional yang terus berkembang.
Berdasarkan laporan Organisation for Economic Co-operation and Development Digital Education Outlook 2026, integrasi AI dalam sistem pembelajaran dinilai mampu meningkatkan konsistensi layanan, mempercepat respons akademik, serta membantu institusi mengelola beban operasional secara lebih adaptif.
Namun, manfaat tersebut hanya dapat dicapai jika implementasinya ditopang kesiapan institusional yang kuat, tata kelola yang baik, dan perlindungan data yang memadai.
Universitas Terbuka Perkuat Fondasi AI yang Aman dan Skalabel
Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh kini melayani lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar, menjadikannya salah satu institusi pendidikan tinggi terbesar di kawasan.
Jumlah mahasiswa aktif UT juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dari 551.030 mahasiswa pada semester 1 tahun 2024 menjadi 671.967 mahasiswa pada semester 2 tahun 2024, dan meningkat menjadi 768.248 mahasiswa pada semester 1 tahun 2025.
Komitmen UT dalam inovasi digital mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan Digital Innovation Awards 2025 kategori Digital Innovation in Education, menjadikannya satu-satunya perguruan tinggi Indonesia yang menerima penghargaan tersebut.
Sejak 2013, UT telah menjalin kolaborasi strategis dengan Microsoft, untuk membangun ekosistem pembelajaran digital berbasis cloud.
Dalam transformasi ini, UT memanfaatkan berbagai layanan Microsoft Azure, termasuk:
Azure OpenAI Service
Azure AI Foundry
Azure Kubernetes Service
Azure Cosmos DB
Azure Database for PostgreSQL
Azure App Service
Azure AI Vision
Microsoft Sentinel.
Infrastruktur ini menjadi fondasi modernisasi Learning Management System berbasis Moodle, milik UT agar lebih stabil, elastis, dan mudah dikembangkan.
AI Tutor Telah Digunakan Lebih dari 100.000 Mahasiswa
Salah satu implementasi utama adalah pengembangan AI Tutor, yang dibangun menggunakan Azure OpenAI Service dan Azure AI Foundry.
Saat ini AI Tutor telah digunakan di sekitar 500 kelas dan dimanfaatkan oleh lebih dari 100.000 mahasiswa.
Sistem ini dirancang agar selalu merujuk pada materi ajar resmi UT melalui pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG), sehingga mendukung pembelajaran yang kontekstual sekaligus menjaga integritas akademik.
“Dengan jumlah mahasiswa yang besar dan tersebar luas, Universitas Terbuka memerlukan pendekatan teknologi yang tidak hanya skalabel, tetapi juga dapat dikelola secara akademik,” ujar Dr. Muhammad Rif’an, dalam Rilis Pers yang diterima, Tualnews.com, Jumat ( 15 / 5 ).
Tingkatkan Efektivitas Dosen dan Proses Akademik
Diakui Muhammad, implementasi AI Tutor juga memberikan dampak nyata: meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam diskusi daring, memperbaiki capaian nilai tugas pada sejumlah mata kuliah, dan mempercepat proses penilaian dan umpan balik dari berhari-hari menjadi 1–2 hari.
Dikatakan, peran dosen pun bergeser dari sekadar menjawab pertanyaan berulang menjadi lebih strategis, yakni: mengkurasi pembelajaran berbasis AI, memperdalam diskusi akademik,menjaga mutu pembelajaran.
Menurut Muhammad, ke depan, UT melihat potensi besar Agentic AI sebagai fondasi pendidikan tinggi masa depan.
Teknologi ini, kata dia berpotensi menghadirkan, asisten akademik personal, rekomendasi jalur studi,
deteksi dini risiko keterlambatan akademik, dan dukungan analitik pembelajaran untuk dosen.
Semua dikembangkan dalam kerangka etika, tata kelola akademik, dan pengawasan manusia.
“Kolaborasi dengan Universitas Terbuka menunjukkan bagaimana cloud dan AI dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk mendukung pendidikan terbuka dalam skala nasional,” ujar Fiki Setiyono.
Melalui kolaborasi ini, kata Fiki, Universitas Terbuka memperkuat perannya dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memastikan kualitas, keamanan, dan kepercayaan tetap terjaga di tengah akselerasi AI dalam dunia pendidikan.