Ambon, Tualnews.com – Langkah cepat dan strategis Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam mendorong pembangunan sektor pertanian mendapat apresiasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Maluku.
Mahasiswa menilai, terobosan Gubernur HL merupakan bagian penting dari kontribusi daerah dalam mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul agenda kerja Gubernur HL yang intens membangun komunikasi dengan kementerian strategis di Jakarta.
Teranyar, pada Senin (7/7), Gubernur HL bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Dr. Sudaryono, di Gedung The Energy, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Gubernur secara langsung menyerahkan dokumen Strategi Pembangunan Pertanian Provinsi Maluku.
Dokumen tersebut memuat enam program prioritas pembangunan pertanian sebagai dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI.
Wamentan Sambut Baik Usulan Maluku
Wakil Menteri Pertanian, Dr. Sudaryono, menyambut baik langkah Gubernur HL dan menilai dokumen tersebut sebagai bentuk komitmen konkret yang bisa segera ditindaklanjuti.
Ia juga menyampaikan kesiapan Kementerian Pertanian mendukung kebutuhan pertanian Maluku, baik dari sisi regulasi maupun anggaran.
Selain itu, Wamentan mendorong Maluku untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, mete, pala, dan cengkeh.
Komoditas khas Maluku ini dinilai memiliki potensi ekonomi besar serta nilai ekspor yang tinggi di pasar global.
Adapun isi proposal strategis yang diserahkan Gubernur mencakup:
Perluasan lahan pertanian padi dan jagung
Penguatan irigasi tersier di sentra pertanian
Peningkatan ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan)
Pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan
Peningkatan kapasitas pascapanen dan pengolahan hasil pertanian
Penguatan kelembagaan petani dan sinergi dengan perguruan tinggi
Secara teknis, kebutuhan alsintan yang diajukan Pemprov Maluku meliputi:
Traktor roda empat: 90 unit
Traktor roda dua: 181 unit
Rice transplanter: 75 unit
Pompa air: 150 unit
Kultivator: 93 unit
Combine harvester besar: 50 unit
Dryer kapasitas 10 ton: 22 unit
Rice Milling Unit (RMU) kapasitas 6 ton: 20 unit
RMU kapasitas 3 ton: 14 unit
Corn sheller: 30 unit
BEM: Ini Kepemimpinan yang Pro-Rakyat
Ketua BEM Daerah Maluku, Adam R. Rahantan, menyebut langkah Gubernur HL sebagai bentuk kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat kecil, khususnya petani dan pelaku usaha tani.
“Apa yang dilakukan Gubernur Hendrik Lewerissa patut diapresiasi. Ini bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang menunjukkan keberpihakan pada kepentingan rakyat,” ujar Rahantan.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan kalangan muda, akademisi, dan masyarakat sipil dalam setiap tahap pembangunan agar lebih inklusif dan transparan.
Senada, salah satu pengurus BEM lainnya, Abdullah, menyoroti tantangan geografis Maluku sebagai daerah kepulauan yang selama ini belum maksimal dalam pembangunan pertanian.
Menurutnya, langkah ini harus menjadi momentum untuk membangun Maluku sebagai lumbung pangan Indonesia Timur.
“Jika konsistensi dan implementasinya terjaga, bukan tidak mungkin Maluku menjadi pusat produksi pangan tropis dan rempah unggulan nasional,” tandasnya.
Maluku Bergerak Lebih Progresif
Rahantan juga menilai kunjungan intensif Gubernur HL ke kementerian-kementerian adalah sinyal Maluku tidak lagi menunggu, melainkan aktif membangun kemitraan dan diplomasi pembangunan dengan pemerintah pusat.
“Ini cara pandang baru dalam membangun dari pinggiran dari timur, dari desa. Maluku kini bergerak lebih progresif dan percaya diri,” ujarnya.
Menurutnya, dengan langkah-langkah seperti ini, harapan untuk menjadikan Maluku sebagai pusat pertanian tropis dan eksportir rempah dunia semakin terbuka.
