Dandim 1503 / Tual Perkuat Ketahanan Wilayah Lewat Komunikasi Sosial Bersama Gereja St. Josep Ohoijang

Img 20250706 wa0019

Maluku Tenggara Tualnews.com –  Dalam rangka memperkuat ketahanan wilayah berbasis partisipasi masyarakat, Komandan Kodim 1503/Tual, Letkol Inf. Andi Agus Salim, S.IP., M.IP., melaksanakan kunjungan komunikasi sosial ke Gereja Katolik St. Josep Ohoijang, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu malam (6 /7/ 2025).

Kegiatan yang berlangsung di Jl. Jend. Sudirman, Kelurahan Ohoijang Watdek ini dihadiri lebih dari 200 umat paroki, termasuk Pastor Thomas Ratuanak dan Ketua Dewan Gereja, Devon Rahawarin.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD, yang menempatkan rakyat sebagai komponen utama dalam sistem pertahanan semesta.

Melalui pendekatan komunikasi yang humanis dan dialogis dengan komunitas keagamaan, Kodim 1503/Tual berupaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan wilayah.

“Kehadiran kami di tengah komunitas Gereja St. Josep ini adalah bagian dari tugas strategis TNI dalam membina hubungan sosial yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat. Stabilitas keamanan tidak bisa dibangun hanya dengan kekuatan senjata, tetapi melalui kepercayaan dan kebersamaan,” tegas Letkol Andi Agus Salim.

Img 20250706 wa0022 scaled

Dandim juga menekankan pentingnya komunikasi sosial sebagai pendekatan non-fisik yang efektif dalam mencegah konflik horizontal, terlebih di wilayah yang memiliki tingkat heterogenitas sosial seperti Maluku Tenggara.

“Kami bersyukur situasi di Maluku Tenggara mulai kondusif beberapa bulan terakhir. Namun stabilitas ini harus terus dijaga melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam memantau dinamika sosial remaja dan pemuda yang rentan terhadap konflik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dandim mengajak masyarakat untuk tidak segan menyampaikan kritik atau masukan terhadap kinerja Babinsa yang menjadi perpanjangan tangan TNI di lapangan.

Transparansi dan evaluasi berkelanjutan disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab moral institusi pertahanan kepada rakyat.

“Babinsa adalah ujung tombak pertahanan kewilayahan. Jika ada penyimpangan dalam perilaku, segera laporkan. TNI lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan menyatu dengan rakyat,” tegasnya lagi.

Melalui kegiatan ini, Dandim 1503/Tual kembali menegaskan kekuatan pertahanan negara tidak semata pada kekuatan militer, melainkan juga pada kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kedamaian, persatuan, dan keutuhan wilayah.

Acara berakhir pukul 20.30 WIT dalam suasana aman, penuh keakraban, dan semakin memperkuat semangat bela negara berbasis kesadaran sipil di tengah kehidupan masyarakat religius dan majemuk Maluku Tenggara.