Ketua DPRD Maluku Curigai Permainan Proyek dan Dugaan Penghilangan Arsip di Dinas Pendidikan

Ambon, Tualnews.com – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, menyuarakan kecurigaan keras terhadap praktik-praktik tidak wajar dalam pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Maluku.

Ia menduga ada permainan sistematis yang melibatkan jejaring oknum pejabat dan kontraktor.

“Dugaan kami kuat. Ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang. Ada sistem, ada struktur, bahkan bisa jadi melibatkan korporasi besar di belakangnya,” ujar Watubun kepada wartawan usai rapat kerja bersama Dinas Pendidikan Maluku dan pihak Kepolisian terkait hilangnya dokumen Dana BOS dan DAK, Senin (7/7/2025).

Kecurigaan DPRD bukan hanya terkait proyek bermasalah, namun juga pada hilangnya dokumen penting secara misterius.

Sejumlah arsip ditemukan dalam karung-karung besar, sebagian di antaranya terbungkus dengan label jasa ekspedisi.

“Bisa saja karung bertuliskan JNE, Pramuka, atau dari pasar. Tapi yang penting itu isi dalamnya. Harus dibuka, harus diusut tuntas. Kami butuh transparansi,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, DPRD juga menyoroti berbagai kejanggalan dalam pengelolaan Dana BOS dan DAK. Beberapa proyek pendidikan disebut tidak jelas hasilnya, bahkan bukti administrasinya diduga telah sengaja dihilangkan.

“Ada kemungkinan kuat ini bagian dari upaya menghilangkan barang bukti. Entah untuk menyembunyikan praktik korupsi, sabotase internal, atau motif lainnya,” ujar Watubun.

Ia juga mengingatkan agar penyelidikan tidak berhenti pada staf pelaksana di lapangan.

Menurutnya, kemungkinan besar aktor intelektual ada pada jajaran pejabat tinggi dinas.

“Jangan cuma staf bawah yang ditindak. Lihat ke atas. Kepala-kepala bidang harus diperiksa juga. Ini tidak bisa dibiarkan,” ucapnya tegas.

DPRD Maluku menyatakan akan terus mengawal proses penyelidikan ini secara serius dan konsisten.

“Kalau ini dibiarkan, kejahatan bisa mengakar lebih dalam. Kita tidak boleh tutup mata,” pungkas Watubun.