Audit Dana Dusun (ADD) Diminta: Masjid Pasir Panjang Tak Kunjung Rampung Meski Sudah Telan Rp 2 Miliar

Img 20251017 wa00241

TUAL, TUALNEWS.COM — Desakan warga Dusun Pasir Panjang, Desa Rumoin, Kecamatan Kur Selatan, agar Inspektorat Kota Tual segera melakukan audit investigatif terhadap penggunaan Alokasi Dana Dusun (ADD) semakin menguat.

Proyek pembangunan Masjid Dusun Pasir Panjang yang dibiayai dari ADD sejak 2021 hingga kini tak kunjung rampung, meski sudah menelan anggaran mencapai Rp 2 miliar.

Informasi yang dihimpun Tualnews.com menyebutkan, setiap tahun Dusun Pasir Panjang menerima alokasi ADD sekitar Rp 500 juta.

Sebagian besar dana tersebut diarahkan untuk pembangunan masjid berukuran 12 x 12 meter, namun hingga empat tahun berjalan, bangunannya masih jauh dari kata selesai.

“Kami minta Inspektorat segera turun audit. Empat tahun Dana Dusun digunakan untuk bangun masjid, tapi hasilnya tidak jelas. Bangunannya belum selesai sampai sekarang,” ujar salah satu warga setempat kepada Tualnews.com, Jumat (17/10/2025).

Minim Transparansi dan Akuntabilitas

Warga menilai sejak awal proyek pembangunan masjid disepakati melalui musyawarah dusun, namun dalam perjalanannya pihak pengelola gagal menunjukkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan maupun pelaporan keuangan.

“Ini uang masyarakat, harus ada pertanggungjawaban. Jangan sampai karena tidak ada pengawasan, ada potensi penyalahgunaan,” tambah sumber tersebut.

Desakan audit tidak hanya dipicu keterlambatan proyek, tetapi juga memanasnya situasi sosial di Dusun Pasir Panjang.

Dilaporkan, sejak Juni 2025, sejumlah warga memasang tanda larangan adat Kei (hawear) di fasilitas umum dusun, serta melakukan perusakan material pembangunan air bersih.

Kasus tersebut bahkan telah dilaporkan ke Polres Tual dan kini dalam tahap penyelidikan.

Kepala Desa: Pembangunan Baru Dimulai 2023

Dikonfirmasi terpisah, Pj. Kepala Desa / Finua  Rumoin Supratman Boiratan membenarkan  Dusun Pasir Panjang menerima ADD sekitar Rp 500 juta per tahun sejak 2021, dengan total anggaran mencapai Rp 2 miliar selama empat tahun.

“Masjid itu sebenarnya baru mulai dibangun tahun 2023 atas desakan saya. Tapi sampai sekarang memang belum selesai,” jelas Supratman saat dihubungi Tualnews.com melalui sambungan telepon.

Ia juga mengakui meski dana yang digelontorkan sudah besar, progres fisik masjid belum menunjukkan hasil signifikan.

Menanti Tindakan Inspektorat

Hingga berita ini diturunkan, Inspektorat Kota Tual belum memberikan tanggapan resmi atas desakan masyarakat untuk melakukan audit terhadap penggunaan ADD Dusun Pasir Panjang, Desa Rumoin.

Selain itu, warga juga meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap peran dan fungsi pengawasan Badan Saniri (BSF) Dusun Pasir Panjang, yang dinilai lalai dalam mengawal pengelolaan keuangan dusun.