LANGGUR, TUALNEWS.COM — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung Pasar Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara dan RSUD Maren H. Noho Renuat di Kota Tual, Rabu (15/10/2025).
Kunjungan kerja ini menjadi penegasan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan, terutama sektor ekonomi rakyat dan kesehatan.
Kedatangan orang nomor dua di Indonesia itu disambut hangat dengan pengalungan Sal Adat Kei oleh para raja dan tokoh adat, sebuah simbol penghormatan tertinggi masyarakat Kei terhadap tamu kehormatan.
Tampak hadir dalam penyambutan, Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, Danlanal Tual Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, Dandim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agussalim, Danlanud D. Dumatubun Letkol Pas Firasat Amansyah, Danyonif 735/NWS Letkol Inf Hendy Hendra, serta Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi.
Di Pasar Langgur, Wapres Gibran berinteraksi dengan para pedagang dan meninjau kondisi fasilitas pasar.
Antusiasme masyarakat tampak tinggi, warga berdesakan untuk menyambut dan berfoto dengan Wapres yang dikenal dekat dengan kalangan muda dan pelaku UMKM itu.

Dari Langgur, rombongan bergeser ke RSUD Maren Kota Tual untuk melihat langsung pelayanan kesehatan, fasilitas ruang rawat inap, dan ketersediaan tenaga medis.
Rumah sakit ini merupakan pusat rujukan utama masyarakat Kei dan menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pemerataan layanan publik.
Wapres disambut Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, Wakil Wali Kota Amir Rumra, serta empat raja Kei.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh makna, menggambarkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di wilayah kepulauan.
Seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman dan lancar berkat koordinasi pengamanan terpadu TNI, Polri, Paspampres, dan pemerintah daerah.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah pusat yang inklusif, memastikan wilayah terluar seperti Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional.
Selanjutnya Wapres dan rombongan meninggalkan Kepulauan Kei, melanjutkan agenda kunker di Provinsi Maluku Utara.