45 Warga Terima BLT di Nawaripi, Kepala Kampung Ingatkan: Jangan Tukar Uang Negara Dengan Miras!

Pemerintah kampung nawaripi, distrik wania, mimika, provinsi papua tengah, kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (blt) tahap ii tahun 2025 kepada 45 kelompok penerima manfaat (kpm),  sabtu ( 20 / 12 / 2025 ).
Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Mimika, Provinsi Papua Tengah, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II tahun 2025 kepada 45 Kelompok Penerima Manfaat (KPM),  Sabtu ( 20 / 12 / 2025 ).

Timika, Tualnews.com  – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Mimika, Provinsi Papua Tengah, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II tahun 2025 kepada 45 Kelompok Penerima Manfaat (KPM),  Sabtu ( 20 / 12 / 2025 ).

Namun di balik penyerahan uang negara itu, tersimpan peringatan keras: BLT bukan tiket mabuk-mabukan.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, tanpa basa-basi menyuarakan kegelisahan yang selama ini menjadi rahasia umum, bantuan negara kerap habis di botol miras, bukan di dapur rumah warga.

“Jangan terima uang negara lalu habiskan di miras. Itu uang untuk makan keluarga, bukan untuk mabuk,” Pesan Norman di hadapan warga Nawaripi penerima BLT, Sabtu (20/12/2025).

Kata Norman, BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) itu diberikan masing-masing Rp 1,8 juta untuk periode Juli–Desember 2025, menyasar warga miskin ekstrem: lansia, penyandang disabilitas permanen, hingga warga sakit berat yang tak lagi mampu bekerja.

Namun pesan Norman lebih dari sekadar imbauan. Ia menyentil realitas pahit di lapangan,  bantuan negara kerap berubah menjadi bahan bakar masalah sosial kekerasan rumah tangga, kemiskinan turun-temurun, hingga anak-anak yang kelaparan.

Pemerintah kampung nawaripi, distrik wania, mimika, provinsi papua tengah, kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (blt) tahap ii tahun 2025 kepada 45 kelompok penerima manfaat (kpm),  sabtu ( 20 / 12 / 2025 ).
Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kembali Menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (Blt) Tahap Ii Tahun 2025 Kepada 45 Kelompok Penerima Manfaat (Kpm),  Sabtu ( 20 / 12 / 2025 ).

“Mama-mama pulang beli beras, bukan botol. Kalau uang ini habis besok, jangan salahkan negara,” katanya lantang.

Menurut Norman, BLT tahap II sengaja dicairkan menjelang Natal, dengan harapan dapat menopang kebutuhan keluarga di momen sakral tersebut.

Namun dia menegaskan, jangan jadikan Natal sebagai alasan pesta miras.

Diakui, program BLT sendiri merupakan program wajib nasional yang bersumber dari APBN, dan tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan lain seperti PKH atau sembako Kantor Pos.

” Artinya, negara telah menyaring penerima secara ketat, namun tanggung jawab penggunaan tetap ada di tangan warga, ” Ujarnya.

Pendamping Dana Desa Distrik Wania, Siti, mengungkapkan  dari tahun ke tahun jumlah penerima BLT terus dipangkas, bukan karena negara pelit, tetapi karena kriteria makin ekstrem.

“Yang masih kuat kerja tidak dapat. Yang lumpuh, cacat, atau sakit berat itulah yang diprioritaskan,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan, jika BLT terus disalahgunakan, bukan tidak mungkin kebijakan ini akan kembali dipertanyakan efektivitasnya.

Sementara Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, SSTP, menyampaikan pesan singkat namun menusuk.

” Uang negara tidak tak terbatas, tapi kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu, ” Katany

Penyaluran BLT di kampung Nawaripi ini turut disaksikan unsur TNI AU, Kodim 1710/Mimika, dan aparat kampung.