Natal di Mimika: Ketika Kampung Lebih Dulu Menghadirkan Negara

Kampung nawaripi, distrik wania, mimika bergerak lebih dulu menata wajah kampung dengan memasang ornamen natal di gapura dan sejumlah titik strategis.
Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Mimika bergerak lebih dulu menata wajah kampung dengan memasang ornamen Natal di gapura dan sejumlah titik strategis.

Timika, Tualnews.com  – Menjelang Hari Raya Natal 2025, wajah pusat Kota Timika justru tampak lengang dari simbol dan suasana perayaan.

Ruang-ruang publik minim ornamen,  ditengah kekosongan itu, inisiatif justru lahir dari kampung.

Kampung Nawaripi memilih bergerak lebih dulu. Pemerintah kampung bersama pemuda dan warga menata lingkungan dengan memasang ornamen Natal di gapura dan sejumlah titik strategis.

Lampu hias dinyalakan, menciptakan suasana hangat yang menghidupkan perayaan Natal di tingkat akar rumput.

Ini suasana kampung nawaripi di malam hari
Ini Suasana Kampung Nawaripi Di Malam Hari

Langkah sederhana ini memberi pesan penting, kehadiran negara tidak selalu diukur dari besar anggaran, melainkan dari kepekaan dan kemauan untuk bertindak.

Di Nawaripi, gotong royong menjadi fondasi utama. Perayaan Natal dimaknai sebagai ruang kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai iman, bukan sekadar seremoni tahunan.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, menegaskan  penataan ornamen Natal bukan respons sesaat terhadap Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Mimika, melainkan bagian dari program rutin kampung setiap perayaan hari besar keagamaan.

“Kami tidak menunggu suasana ramai dulu baru bergerak. Kampung harus hadir lebih dulu untuk warganya. Surat edaran hanya memperkuat apa yang sudah menjadi komitmen kami,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Senin ( 22 / 12 / 2025 ).

Ia menambahkan, penataan lingkungan kampung juga merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan damai bagi umat Kristiani yang sedang memasuki masa perayaan Natal.

Fenomena ini, kata Norman sekaligus menjadi cermin edukatif, sebab peristiwa di Nawaripi menunjukkan bahwa otonomi kampung bukan sekadar urusan administratif, melainkan ruang praksis kepemimpinan.

” Kampung tidak hanya menunggu instruksi, tetapi mampu membaca kebutuhan sosial warganya dan menjawabnya secara kontekstual, ” Jelas Norman.

Menutup hal ini, Kepala Kampung Nawaripi mengucapkan selamat hari raya Natal 25 Desember 2025 dan selamat memasuki tahun baru 01 Januari 2026, bagi seluruh umat Kristiani, lebih khusus kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.