DPRD Maluku Soroti Pasokan Listrik Jelang Idul Fitri

Ambon, Tualnews.com — DPRD Provinsi Maluku meminta pemerintah dan pihak terkait memastikan pasokan listrik tetap stabil menjelang Hari Raya Idulfitri.

Permintaan itu disampaikan anggota Komisi II DPRD Maluku, Anos Yeremias, setelah terjadi pemadaman listrik di Kota Ambon beberapa jam sebelum rapat dengar pendapat gabungan Komisi II dan Komisi III bersama mitra kerja di ruang paripurna DPRD Maluku, Kamis (05/03/2026).

Menurut Anos, stabilitas pasokan listrik penting dijaga, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

“Beberapa jam lalu listrik padam di ibu kota provinsi. Kami berharap menjelang atau H-3 Idulfitri semuanya sudah normal,” ujar Anos dalam rapat tersebut.

Ia menilai, jika pemadaman masih terjadi di Ambon sebagai ibu kota provinsi, kondisi di wilayah kepulauan lain dikhawatirkan akan lebih sulit.

Anos juga mengingatkan komitmen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sebelumnya menyatakan pada pertengahan 2026 tidak ada lagi daerah dengan layanan listrik terbatas.

Dalam rapat sebelumnya bersama Komisi II DPRD Maluku, manajemen PLN menyampaikan rencana menghapus pola layanan listrik terbatas, seperti enam jam atau 12 jam per hari, dan menggantinya dengan layanan listrik selama 24 jam.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral disebut telah berkomitmen menuntaskan elektrifikasi desa-desa yang belum teraliri listrik pada tahun ini.

DPRD Maluku berharap berbagai komitmen tersebut dapat segera direalisasikan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan akibat keterbatasan pasokan listrik, khususnya menjelang Idulfitri.