Ambon, Tualnews.com – Pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan proyek migas tersebut. Namun, proses menuju produksi komersial masih memerlukan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan konstruksi dan pembangunan fasilitas.
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap groundbreaking sebagai tanda proyek akan segera beroperasi. Menurutnya, pembangunan Blok Masela masih akan melewati proses konstruksi, pemasangan fasilitas produksi, pengujian, hingga siap berproduksi dalam beberapa tahun ke depan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan penguasaan keterampilan sesuai kebutuhan industri menjadi bekal penting agar mampu bersaing saat rekrutmen tenaga kerja dibuka,” kata Anos.
Ia juga menyatakan optimistis terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang telah menyampaikan dukungan agar masyarakat Maluku, terutama putra-putri Tanimbar dan MBD, mendapat kesempatan bekerja di proyek tersebut.
Meski demikian, Anos menilai komitmen tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang konkret. Pemerintah bersama pemangku kepentingan diharapkan memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan industri LNG, serta memastikan proses rekrutmen berjalan secara transparan, profesional, dan memberikan kesempatan yang adil bagi masyarakat yang memenuhi kualifikasi.
Ia berharap keberadaan Blok Masela tidak hanya memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Maluku melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Blok Masela adalah harapan bersama. Karena itu, seluruh masyarakat perlu mempersiapkan diri dan mengawal proses pembangunan agar manfaat proyek strategis nasional ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku, terutama di wilayah penghasil,” ujarnya.