Ambon, Tualnews.com – Wakil Ketua DPRD Maluku, Abdullah Asis Sangkala, meminta PT PLN (Persero) memberikan kemudahan dalam penambahan daya listrik bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Maluku. Ia juga mengusulkan adanya keringanan biaya agar sekolah vokasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran praktik.
Permintaan tersebut disampaikan Sangkala saat menutup rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi bersama organisasi perangkat daerah, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan investasi di DPRD Maluku.
Menurut Sangkala, banyak SMK di Maluku masih menghadapi keterbatasan daya listrik sehingga mesin dan peralatan praktik tidak dapat dioperasikan secara optimal.
“Kami berharap PLN dapat memberikan perhatian khusus kepada SMK, baik melalui kemudahan proses penambahan daya maupun kebijakan keringanan biaya. Hal ini penting agar kegiatan praktik siswa dapat berjalan maksimal,” katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah SMK membutuhkan kapasitas listrik yang lebih besar dibanding sekolah umum karena digunakan untuk mengoperasikan berbagai mesin praktik dan peralatan pendukung pembelajaran vokasi.
Keterbatasan pasokan listrik, lanjut Sangkala, berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar dan berpotensi menghambat peningkatan kompetensi peserta didik.
Karena itu, DPRD Maluku berharap dukungan PLN dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi di daerah, sehingga lulusan SMK memiliki keterampilan yang lebih baik dan siap bersaing di dunia kerja.
Sangkala menambahkan, penyediaan infrastruktur kelistrikan yang memadai di lingkungan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia di Maluku. Ia berharap usulan tersebut mendapat respons positif dari PLN demi mendukung peningkatan mutu pendidikan di provinsi kepulauan itu.