Prabowo Klaim Pemulihan Banjir Aceh Tamiang Hampir Tuntas, Realita di Lapangan Perlu Terus Diawasi

Klaim itu disampaikan usai melaksanakan salat Idulfitri bersama warga di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara, Sabtu (21/03/2026).
Klaim itu disampaikan usai melaksanakan salat Idulfitri bersama warga di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara, Sabtu (21/03/2026).

Aceh, Tualnews.com  – Prabowo Subianto menyatakan pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, hampir mencapai 100 persen.

Klaim itu disampaikan usai melaksanakan salat Idulfitri bersama warga di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara, Sabtu (21/03/2026), seperti dikutip Tualnews.com dari akun medsos BPMI Setpres.

Dalam pernyataannya, Kepala Negara menilai proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat dan signifikan.

Ia menunjuk indikator berpindahnya warga dari tenda pengungsian ke hunian sementara hingga hunian tetap sebagai bukti konkret percepatan pemulihan.

“Secara umum sudah hampir 100 persen,” demikian penegasan Presiden.

Selain hunian, pemerintah juga mengklaim infrastruktur dasar seperti listrik dan jalan telah pulih hampir sepenuhnya.

Bantuan bagi warga terdampak, menurut Presiden, juga dipastikan telah tersalurkan.

Namun, klaim “hampir 100 persen” tentu bukan tanpa catatan. Dalam berbagai kasus bencana di Indonesia, angka pemulihan kerap berbenturan dengan realitas di lapangan, mulai dari kualitas hunian sementara, akses air bersih, hingga pemulihan ekonomi warga yang sering kali tertinggal jauh di belakang pembangunan fisik.

Apresiasi Presiden kepada seluruh pihak yang terlibat memang patut dicatat. Tetapi, publik juga berhak menuntut transparansi data dan verifikasi independen atas capaian tersebut.

Sebab, keberhasilan penanganan bencana tidak cukup diukur dari bangunan berdiri, melainkan dari sejauh mana kehidupan warga benar-benar pulih secara utuh.

Pernyataan Prabowo Subianto sekaligus menjadi pengingat bahwa kerja pemerintah belum selesai.

Pemulihan sejati adalah ketika warga tidak lagi sekadar keluar dari tenda, tetapi mampu kembali hidup layak, mandiri, dan aman dari risiko bencana serupa di masa depan.

Sumber: BPMI Setpres