TUAL,Tualnews.com – Kekecewaan memuncak. Warga Wearhir, Kota Tual, turun ke jalan dengan melakukan aksi pemalangan dan pembakaran kayu di sekitar Tugu Wearhir, Jumat (27/3/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras terhadap belum dibayarnya upah para tukang dan pekerja proyek pembangunan serta rehabilitasi rumah warga yang dikelola Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tual.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, proyek tersebut mencakup pembangunan 103 unit rumah baru serta rehabilitasi 12 unit rumah.
Seluruh pekerjaan bahkan telah rampung sebelum perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Namun hingga kini, hak para pekerja belum juga dipenuhi.
“Upah dijanjikan Rp 3.500.000 per unit untuk pembangunan rumah baru dan Rp 1.500.000 per unit untuk rehabilitasi,” ungkap sumber tersebut.
Ia juga menyebutkan, Kepala Dinas Perkim Kota Tual, Ir. Usman Rengur, sebelumnya berjanji akan melunasi pembayaran pada 25 Maret 2026.
Akan tetapi, kata dia, janji tersebut tidak terealisasi.
Kekecewaan pekerja semakin memuncak setelah mereka sebelumnya mendatangi kantor Dinas Perkim, untuk mempertanyakan hak mereka.
Dalam pertemuan dengan salah satu kepala bidang, mereka kembali hanya menerima janji tanpa kejelasan waktu pembayaran.
Merasa diabaikan, warga akhirnya memilih turun ke jalan. Aksi pemalangan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Tugu Wearhir lumpuh total dan memicu kemacetan panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Tual maupun pihak Dinas Perkim terkait tuntutan para pekerja.
Penulis : Nerius Rahabav