TUAL, Tualnews.com — Pendaftaran bakal calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tual periode 2025–2030 resmi ditutup.
Hingga batas akhir pendaftaran, hanya satu nama yang muncul, yakni Taufik Hamud.
Kondisi ini membuat Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV praktis berjalan dengan calon tunggal.
Pantauan, Tualnews.com, di Sekretariat DPD II Golkar Kota Tual, pendaftaran dibuka Kamis (23/4) pukul 12.00–17.00 WIT dan berlanjut Jumat (24/4) hingga pukul 12.00 WIT.
Pada hari pertama, hanya Taufik Hamud yang mendaftarkan diri. Hingga penutupan hari kedua, tidak ada kader lain yang menyusul.
Taufik Hamud yang saat ini menjabat Ketua DPD II Golkar Kota Tual, sekaligus anggota DPRD Kota Tual mengaku optimistis memenangkan pemilihan dalam Musda IV yang dijadwalkan Sabtu (25/4).
“Sejak awal saya sudah optimis menang pada Musda Golkar Kota Tual nanti,” ujar Taufik, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, terdapat 10 suara dalam pemilihan Ketua DPD II Golkar Kota Tual.
Rinciannya lima suara dari pengurus kecamatan (Dulah Selatan, Dulah Utara, Pulau-Pulau Kur, Kur Selatan, dan Tayando Tam), satu suara organisasi sayap (AMPG dan KPPG), satu suara organisasi pendiri (Kosgoro, MKGR, dan SOKSI), satu suara organisasi yang didirikan Golkar (Alhidayah dan AMPI), satu suara Dewan Pertimbangan, serta satu suara dari DPD I Partai Golkar Maluku.
Menurutnya, mayoritas pemilik suara telah menyatakan dukungan untuk dirinya kembali memimpin Golkar Kota Tual periode 2025–2030.
“Para pemilik suara telah bersatu untuk mendukung saya sebagai Ketua Golkar Kota Tual lagi,” tegasnya.
Taufik yang akrab disapa Opick, berjanji fokus mengembalikan kejayaan Golkar pada Pemilu Legislatif 2029 dan Pilkada 2030.
Ia mengakui pada Pileg 2024 Golkar kehilangan satu kursi, namun pada Pilkada berikutnya partai berhasil mengantarkan pasangan kepala daerah yang diusung meraih kemenangan.
Targetnya, pada Pileg 2029 Golkar tidak hanya mengembalikan kursi yang hilang, tetapi juga menambah kursi baru di DPRD Kota Tual.
“Saya minta seluruh pengurus dan kader Golkar bersatu, bekerja keras, dan terus turun ke masyarakat. Suara Golkar adalah suara rakyat,” pungkasnya.