Mahasiswa Kepung Kantor KPPG, BEM Nusantara Maluku Desak Kepala BGN Turun Tangan dan Copot Kepala KPPG

Ambon,Tualnews.com–  Gelombang protes mahasiswa mengguncang Kantor KPPG Maluku–Maluku Utara di kawasan Wailela, Selasa (26/5).

BEM Nusantara wilayah Maluku turun ke jalan mendesak Badan Gizi Nasional segera turun tangan mengevaluasi dan mencopot Kepala KPPG Maluku–Maluku Utara terkait dugaan carut-marut tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi yang dipusatkan di kantor KPPG itu menjadi simbol kemarahan mahasiswa terhadap sederet dugaan persoalan yang disebut telah mencederai kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tersebut.

Dipimpin Koordinator Lapangan Farhan Tukmuli dan Arfan Latuconsina, bersama Jenderal Lapangan Rizki Kelian serta orator Osama Rumbouw, massa aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan keras: evaluasi total hingga pencopotan Kepala KPPG Maluku–Maluku Utara.

Dalam orasinya, mahasiswa menilai persoalan yang muncul bukan lagi sekadar masalah administratif internal, melainkan telah berkembang menjadi isu serius yang berpotensi merusak marwah program unggulan pemerintah pusat di daerah.

“Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan, tetapi menjalankan tanggung jawab moral mahasiswa agar program negara tidak dirusak oleh dugaan penyalahgunaan kewenangan,” tegas Farhan Tukmuli di tengah aksi.

Selain mendesak pencopotan pimpinan, massa aksi juga menyoroti dugaan penyalahgunaan kewenangan, intervensi jabatan, konflik kepentingan, hingga indikasi praktik yang dinilai bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dalam lingkup operasional SPPG.

Tak hanya itu, BEM Nusantara Maluku juga mengangkat dugaan praktik jual beli APD serta pengondisian supplier bahan baku dapur, yang jika terbukti dinilai dapat mengarah pada konflik kepentingan dan penyalahgunaan anggaran negara.

“Program MBG adalah program strategis Presiden. Jangan biarkan kredibilitasnya runtuh karena kepentingan segelintir orang,” tegas Rizki Kelian.

Sorotan lain dalam aksi tersebut adalah dugaan intimidasi terhadap pengawas internal dan kepala SPPG, yang menurut mahasiswa dapat merusak independensi pengawasan dalam pelaksanaan program.

Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menuntut penyelesaian kasus dugaan pemecatan sepihak pegawai Mitra Dapur Baguala II Nania, yang dinilai mencederai hak-hak pekerja.

Tujuh tuntutan utama BEM Nusantara Maluku:

1. Mendesak Badan Gizi Nasional mengevaluasi dan mencopot Kepala KPPG Maluku–Maluku Utara.

2. Audit investigatif seluruh operasional SPPG di Ambon.

3. Pemeriksaan dugaan jual beli APD dan pengondisian supplier.

4. Penghentian intimidasi terhadap pengawas internal dan kepala SPPG.

5. Transparansi penuh anggaran Program MBG di Maluku dan Maluku Utara.

6. Perlindungan tenaga kerja dan pengawas internal.

7. Penyelesaian adil kasus pemecatan pegawai Mitra Dapur Baguala II Nania.

BEM Nusantara Maluku juga mengultimatum pemerintah,  jika tuntutan ini diabaikan, gelombang aksi yang lebih besar akan digelar, bahkan mendesak DPRD Provinsi Maluku mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk memanggil Kepala KPPG Maluku–Maluku Utara.

“Jangan sampai program yang seharusnya menjadi harapan rakyat justru rusak karena dugaan penyalahgunaan jabatan. Negara harus hadir dan bertindak tegas,” tutup Osama Rumbouw.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

Namun satu pesan tegas disampaikan mahasiswa: perlawanan belum selesai, pengawalan akan terus dilakukan hingga ada tindakan nyata.