Kasus Siswa Magang Tewas di Kuala Kencana Masuk Tahap Penyidikan, Pelaku Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSJ Abepura

Ilustrasi gambar Tualnews.com
Ilustrasi gambar Tualnews.com

Timika, Tualnews.com – Kasus dugaan penganiayaan brutal yang menewaskan seorang siswa magang di salah satu perusahaan kontraktor di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, kini memasuki babak baru.

Penyidik Polres Mimika mempercepat proses hukum dengan membawa terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, Jayapura.

Korban diketahui merupakan siswa magang di perusahaan kontraktor Afdal Jaya, yang menjadi korban penganiayaan pada 14 Februari 2026 di kawasan Jalan Elang, RT 4 Nomor 57, Kelurahan Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana.

Korban diduga dihantam menggunakan palu oleh pelaku berinisial WBKD (27) hingga mengalami luka berat, sempat dirawat intensif di rumah sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia.

Direktur sekaligus pemilik LPK Idaman Karya Mandiri Training Center (IKMTC), Idam Khalid, saat dikonfirmasi Tualnews.com, Senin (11/5/2026), membenarkan dirinya baru kembali dari Jayapura bersama aparat kepolisian usai mendampingi proses pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.

“Kami bersama bapak polisi baru tiba di Timika, karena mengantar pelaku penganiayaan untuk pemeriksaan kejiwaan di RS Jayapura,” ujar Idam melalui sambungan telepon.

Namun, saat ditanya mengenai hasil pemeriksaan kejiwaan tersebut, Idam mengaku tidak mengetahui detail hasilnya karena seluruh dokumen berada di tangan penyidik kepolisian.

“Hasilnya saya tidak tahu, karena dokumen itu langsung dipegang pihak kepolisian,” katanya.

Kronologi Awal Versi Pihak LPK

Idam juga membeberkan kronologi awal sebelum tragedi berdarah itu terjadi.

Menurutnya, pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026, ia meminta sejumlah siswa magang masuk kerja karena ada agenda kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK).

“Biasanya ada kunjungan ke alun – alun, nanti ada pengisian kuisioner keselamatan kerja ( K3), dengan hadiah yang cukup menarik,” jelasnya.

Namun, kata Idam, kondisi cuaca hujan deras disebut membuat sejumlah siswa meminta dijemput.

Permintaan itu akhirnya dibatalkan karena kendaraan miliknya mengalami kendala pada ban.

Di tengah cuaca buruk tersebut, Idam mengaku, salah satu siswa disebut sudah lebih dulu datang ke lokasi BLK.

Sementara itu, kata Idam  saat itu dirinya  mengantar istrinya berjualan ke alun-alun.

“Saat saya kembali dari alun-alun, saya lihat banyak warga sudah berkumpul di BLK. Ternyata pelaku sudah melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan palu,” ungkapnya.

Polisi Dalami Motif dan Kondisi Psikologis Pelaku

Hingga kini, penyidik Polres Mimika masih mendalami motif penganiayaan yang menewaskan siswa magang tersebut, termasuk menunggu hasil resmi pemeriksaan psikologis pelaku dari RSJ Abepura.

Kasus ini menyita perhatian publik di Mimika karena melibatkan siswa magang yang seharusnya mendapat perlindungan selama menjalani pelatihan kerja.

Masyarakat kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.