TIMIKA, Papua Tengah, Tualnews.com — Gelombang kecaman atas aksi perusakan pagar milik Keuskupan Timika terus meluas.
Kali ini, suara keras datang dari kalangan Pemuda Jemaat KINGMI Mimika yang mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan penyerobotan lahan yang dinilai mengusik harmoni antarumat beragama di Kabupaten Mimika.
Dalam pernyataan sikap resmi yang dirilis Sabtu (23/5), tokoh intelektual muda Mimika, Dianu Omaleng, menyebut tindakan pembongkaran pagar milik lembaga keagamaan sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan dan berpotensi memantik konflik sosial di tengah masyarakat multikultural Timika.
“Kami dari Pemuda Jemaat KINGMI Mimika mengecam keras pelaku pembongkaran pagar Keuskupan Timika. Kami berharap pelaku segera diungkap agar motif di balik tindakan tidak manusiawi ini dapat dibuka secara terang-benderang kepada publik,” tegas Dianu.
Menurutnya, insiden tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Sebab, tindakan yang menyasar aset rumah ibadah atau lembaga keagamaan dapat menjadi pemicu retaknya toleransi yang selama ini terjaga kuat di Tanah Amungsa.
Seruan Jaga Toleransi dan Kamtibmas
Pemuda KINGMI juga menyerukan seluruh elemen masyarakat Mimika agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga persaudaraan lintas iman, terlebih di tengah momentum berbagai agenda keagamaan yang sedang berlangsung.
“Mimika adalah rumah bersama. Jangan biarkan tindakan sepihak oknum tertentu memecah belah kita. Semua pihak harus menahan diri dan menjaga persatuan,” lanjut Dianu.
Mereka meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada Polres Mimika yang disebut telah menerima laporan resmi dari pihak Keuskupan.
Insiden ini dinilai menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum dan toleransi di Mimika.
Publik kini menanti langkah cepat aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus memastikan tidak ada ruang bagi tindakan intoleran di bumi Timika.