Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Nasional di Tuban, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan

Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban, Sabtu (16/5), sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat modernisasi sektor pertanian nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban, Sabtu (16/5), sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat modernisasi sektor pertanian nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

TUBAN, Tualnews.com  – Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban, Sabtu (16/5), sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat modernisasi sektor pertanian nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden bahkan turun langsung ke lahan pertanian dan mengendarai sendiri Combine Corn Harvester, simbol dukungan pemerintah terhadap penggunaan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas petani Indonesia.

Panen raya serentak kali ini mencakup lahan seluas 189.760 hektare di berbagai wilayah Indonesia dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton jagung.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Tak hanya itu, pemerintah juga mencatat tonggak penting dengan meningkatnya cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog hingga 5,3 juta ton, angka tertinggi dalam sejarah yang menandakan kondisi pangan nasional aman dan terkendali.

Iklan ucapan HUT APDESI
Iklan ucapan HUT APDESI

Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri yang masing-masing memiliki kapasitas 1.000 ton, sekaligus meluncurkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Presiden menegaskan, Indonesia kini tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras dan jagung, tetapi juga mulai menunjukkan kekuatan sektor pertanian nasional dengan mengekspor pupuk ke berbagai negara, di tengah penurunan harga pupuk hingga 20 persen yang langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani.

“Seluruh langkah ini adalah bagian dari tekad besar pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional, membuka peluang ekspor, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggerakkan ekonomi desa di seluruh Indonesia,” tegas Presiden.

Keberhasilan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian kembali menjadi salah satu fondasi utama pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat pangan.