TOKOH PEMUDA ALAMA TAGIH JANJI PEMEKARAN KAMPUNG KEPADA PEMERINTAHAN JOEL

Tokoh muda asal Distrik Alama, Jhon Aim, bersama sejumlah tokoh muda lainnya seperti Alberto Magal, Arry Yupini, Juel Yanampa, dan Andereas Jita, yang dikenal sebagai bagian dari pemuda militan pendukung Pemerintahan JOEL, secara terbuka menagih komitmen tersebut agar segera direalisasikan.
Tokoh muda asal Distrik Alama, Jhon Aim, bersama sejumlah tokoh muda lainnya seperti Alberto Magal, Arry Yupini, Juel Yanampa, dan Andereas Jita, yang dikenal sebagai bagian dari pemuda militan pendukung Pemerintahan JOEL, secara terbuka menagih komitmen tersebut agar segera direalisasikan.

TIMIKA, PAPUA TENGAH, Tualnews.com– Antusiasme besar masyarakat Kabupaten Mimika terhadap visi pembangunan dari kampung ke kota yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Mimika kini memasuki fase penagihan janji politik.

Masyarakat adat bersama para pendukung setia mulai aktif mengawal realisasi berbagai program prioritas yang sebelumnya disampaikan dalam kampanye politik.

Salah satu janji yang kini menjadi sorotan adalah pemekaran kampung (desa) baru, khususnya di wilayah pedalaman dan pesisir Mimika.

Tokoh muda asal Distrik Alama, Jhon Aim, bersama sejumlah tokoh muda lainnya seperti Alberto Magal, Arry Yupini, Juel Yanampa, dan Andereas Jita, yang dikenal sebagai bagian dari pemuda militan pendukung Pemerintahan JOEL, secara terbuka menagih komitmen tersebut agar segera direalisasikan.

“Kami masyarakat Mimika sangat mendukung visi membangun dari kampung ke kota. Karena itu, kami menagih janji kampanye Pemerintahan JOEL terkait pemekaran kampung baru. Pemerintahan kampung yang definitif adalah motor utama pembangunan yang benar-benar menyentuh rakyat kecil,” tegas Jhon Aim, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tualnews.com, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, pemekaran kampung bukan sekadar agenda politik, tetapi merupakan kebutuhan nyata masyarakat untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan di daerah terpencil.

Jhon Aim juga menegaskan usulan pemekaran harus mengacu pada indikator administratif dan geografis yang jelas, di antaranya:

Jumlah Penduduk – memenuhi batas minimal jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa sesuai ketentuan yang berlaku di Papua.

Luas Wilayah dan Kondisi Geografis – mempertimbangkan aksesibilitas dan tantangan bentang alam Mimika yang ekstrem.

Potensi Ekonomi Daerah – adanya potensi sumber daya alam, pertanian, atau sektor lokal yang dapat menopang kemandirian kampung baru.

Sarana dan Prasarana Dasar – tersedianya lahan untuk pusat pemerintahan, pendidikan dasar, dan layanan kesehatan awal.

Kepastian Batas Wilayah – adanya kesepakatan adat antar-marga terkait batas tanah ulayat guna mencegah konflik di kemudian hari.

Melalui tuntutan ini, para pemuda Alama berharap Pemerintah Kabupaten Mimika di bawah kepemimpinan Pemerintahan JOEL segera menurunkan tim teknis untuk melakukan verifikasi lapangan, khususnya di wilayah pedalaman seperti Distrik Alama.

“Pembangunan yang adil harus dimulai dari kampung. Jika kampung kuat, maka Mimika juga akan kuat,” tutup Jhon Aim atas nama Pemuda Peduli Pembangunan dari Kampung Menuju Kota.