Kirana Harmoni Kei Bergema di Elaar, Festival Pesona Kei 2026 Satukan Budaya, UMKM, dan Semangat Generasi Muda

Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).
Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).

Maluku Tenggara, Tualnews.com  – Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).

Diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Universitas Pattimura (Unpatti), festival bertajuk “Kirana Harmoni Kei: Menyalakan Karsa, Mengukir Asa” itu menjadi panggung kolaborasi budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, sekaligus penguatan identitas masyarakat Kei.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan sejak sore hari. Mereka menikmati pameran produk UMKM, hasil-hasil program pengabdian mahasiswa di desa, hingga berbagai atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi Kepulauan Kei.

Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).
Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam bersama unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum semakin menegaskan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya yang digagas kalangan akademisi dan masyarakat.

Malam puncak festival dibuka secara resmi melalui prosesi penabuhan tifa oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara sebagai simbol dimulainya perayaan budaya yang sarat makna.

Setelah laporan panitia, sambutan Koordinator Mahasiswa KKN, serta Dosen Pembimbing Lapangan.

Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).
Semangat persaudaraan masyarakat Kepulauan Kei berpadu dengan kreativitas generasi muda dalam puncak Festival Pesona Kei 2026 yang digelar di Elaar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Minggu (2/8/2026).

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan pesan dari Bupati Maluku Tenggara mengenai pentingnya menjaga warisan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Panggung festival kemudian berubah menjadi ruang ekspresi budaya yang memukau. Tarian Lenso, Samra, dan Cakalele tampil bergantian bersama pembacaan puisi, pertunjukan musik, hingga kolaborasi seni antara mahasiswa KKN dan masyarakat dari Ohoi Elaar Let, Lamagorang, serta Ngursoin.

Suasana haru juga terasa ketika diputar dokumentasi perjalanan KKN yang merekam proses pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat selama menjalankan program-program pemberdayaan.

Koordinator Umum Festival Pesona Kei 2026, Agung Prasetyo, menjelaskan tema yang diangkat memiliki makna filosofis yang mendalam.

“Kirana berarti cahaya yang menerangi, sedangkan Harmoni Kei menggambarkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan. Kami berharap festival ini menjadi cahaya yang menumbuhkan ide, kreativitas, dan semangat masyarakat untuk terus berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya,” ujarnya.

Menurut Agung, Festival Pesona Kei bukan sekadar perayaan seni dan budaya, tetapi menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, masyarakat adat, pelaku UMKM, akademisi, dan generasi muda dalam satu semangat membangun daerah melalui kekuatan budaya lokal.

Ia mengaku, proses persiapan hingga pelaksanaan festival memberikan pengalaman yang sangat berharga.

“Festival ini mengajarkan bahwa kekuatan terbesar masyarakat Kei adalah rasa persaudaraan. Di tengah berbagai tantangan, seluruh elemen masyarakat mampu bekerja bersama demi satu tujuan. Semangat inilah yang ingin kami wariskan agar budaya Kei terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” katanya.

Festival ditutup dengan persembahan khusus mahasiswa KKN, pemutaran video dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat, serta penampilan bintang tamu Evav Fatnim yang semakin menyemarakkan suasana malam.

Melalui Festival Pesona Kei 2026, mahasiswa KKN-PPM UGM dan Unpatti menunjukkan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan dan pemberdayaan, tetapi juga melalui upaya menjaga identitas budaya, memperkuat ekonomi lokal, serta membangun optimisme masyarakat menuju Kei yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.