KEI, Tualnews.com — Nama Ngurtafur mungkin sudah akrab bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Kei.
Hamparan pasir putih yang membelah laut itu menjadi salah satu lanskap paling ikonik di kawasan Maluku Tenggara.
Namun, di balik keindahan Ngurtafur, ada sebuah kampung yang menyimpan kehidupan, cerita, musik, makanan dan tradisi yang tidak kalah menarik untuk dikenal: Warbal.
Kampung Warbal bukan sekadar tempat yang berada di sekitar destinasi wisata. Di sana hidup masyarakat yang sejak turun-temurun membangun hubungan erat dengan laut dan lingkungan adatnya.
Kini, sebagian cerita tentang Warbal akan dibawa ke Manoa Boutique Villas, Ohoidertawun, melalui sebuah malam budaya bertajuk “Djuuk & Vuut — Malam Budaya Warbal di Manoa”, Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIT.
Acara ini menghadirkan empat musisi asal Warbal yang akan membawakan lagu-lagu Warbal dan Lago-Lago secara akustik.
Instrumen yang digunakan antara lain ukulele kayu, lokal bas dan rumba.
Nama acara tersebut juga memiliki makna tersendiri.
Djuuk berarti ukulele, sementara Vuut berarti ikan.
Ukulele bukan sekadar alat musik bagi para musisi Warbal. Instrumen tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan musikal masyarakat setempat.
Bahkan, mereka membuat sendiri ukulele berbahan kayu yang menjadi salah satu kekhasan yang ingin diperkenalkan kepada pengunjung.
Sejumlah ukulele buatan tangan tersebut akan dibawa ke Manoa dan dapat dibeli langsung oleh pengunjung sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mendukung keberlanjutan karya lokal masyarakat Warbal.
Sementara itu, “Vuut” akan hadir dalam bentuk yang lebih sederhana sekaligus akrab: ikan segar dari Warbal yang akan dibakar langsung di atas api di pantai Manoa untuk dinikmati bersama.
Konsep tersebut menjadikan malam budaya ini bukan hanya pertunjukan musik.
Di bawah pepohonan besar Manoa, dengan cahaya obor, suara ukulele dan Lago-Lago, serta ikan bakar yang disajikan di tepi pantai, pengunjung diajak mengalami sebuah perjumpaan langsung dengan budaya Warbal.
Ada musik. Ada makanan. Ada laut. Tetapi yang paling penting, ada cerita tentang masyarakat yang selama ini berada di balik salah satu ikon wisata Kepulauan Kei.
Bukan Sekadar Menonton
Penyelenggara ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang perjumpaan antara wisatawan dan masyarakat Warbal sekaligus membuka kesempatan untuk mengenal lebih jauh tradisi yang hidup di kampung tersebut.
Karena itu, kontribusi komunitas yang ditetapkan sebesar Rp 450.000 per orang tidak hanya mencakup makan malam ikan bakar dan pertunjukan musik tradisional Warbal, tetapi juga donasi budaya.
Dengan demikian, pengunjung tidak sekadar membeli pengalaman menikmati malam di tepi pantai.
Mereka turut mengambil bagian dalam mendukung pengakuan, pelestarian dan pewarisan tradisi hidup Warbal.
Pesan yang ingin dibawa pun sederhana tetapi kuat:
Jangan hanya datang ke Kei untuk melihat Ngurtafur. Kenali pula Warbal yang hidup di baliknya.
Melalui Djuuk & Vuut, Manoa ingin mempertemukan wisatawan dengan sebuah kebudayaan yang hidup, bukan budaya yang hanya dipajang sebagai tontonan.
Djuuk & Vuut, Malam Budaya Warbal di Manoa akan berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 18.00–24.00 WIT, di Manoa Boutique Villas, Ohoidertawun, Kepulauan Kei.
Tempat terbatas dan reservasi diperlukan.
Reservasi: WhatsApp Manoa +62 853 9474 4363.
MANOA Boutique Villas
Ohoidertawun · Kei Island