Diduga Dana Aspirasi 27 Motor Bodong Picu Aksi Demo HMI di Tual

Tual News – Aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tual ( HMI ), selasa ( 18/2/2020 ) yang diwarnai kericuhan dan pencoretan gedung parlemen, diduga terkait dana aspirasi pengadaan 27 kendaraan bermotor oleh Dinas PMD Kota Tual yang bersumber dari APBD Kota Tual tahun 2017.

Video Wawancara tualnews.com, bersama Koordinator aksi demo HMI, Yasir Nuhuyanan

Koordinator aksi demo HMI, Yasir Nuhuyanan kepada tualnews.com  mengaku mereka mendatangi DPRD Kota Tual untuk meminta pertanggungjawaban wakil rakyat atas pengadaan 27 kendaraan bermotor yang merupakan dana aspirasi Anggota DPRD Kota Tual 2014 – 2019, karena kendaraan bermotor itu sudah diterima penerima manfaat, namun tidak dilengkapi surat kendaraan bermotor seperti STNK dan BPKB.

“ Tanggal 29 Desember 2017,  ada 27 kendaraan bermotor yang dikeluarkan Dinas PMD Kota Tual, merupakan dana aspirasi Anggota DPRD Kota Tual 2014 – 2019, motor itu sudah diterima warga Kota Tual penerima manfaat, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait surat kendaraan bermotor seperti STNK dan BPKB “ Ungkap Nuhuyanan.

Dikatakan, 27 kendaraan bermotor itu sudah digunakan warga Kota Tual penerima manfaat dari dana aspirasi Anggota DPRD Kota Tual sejak tahun 2017, namun sangat disesalkan surat kendaraan itu tidak ada kejelasan untuk diberikan kepada warga setempat.

“ Motor ini sudah diberikan kepada masyarakat, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait surat kendaraan bermotor seperti STNK dan BPKB. Kami sudah dua kali datangi Dinas PMD Kota Tual pertanyakan hal ini namun tidak ada kejelasan “ Tandas Koordinator aksi HMI Tual.

Renhoat Ngaku Tak Ada Surat Pemberitahuan Aksi Demo

Sementara itu Anggota DPRD Kota Tual dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), Aisa Renhoat kepada tualnews.com, mengaku sejak awal demonstrasi HMI pihaknya tidak memperoleh surat pemberitahuan aksi demo.

Video Wawancara tualnews.com bersama Anggota DPRD Kota Tual dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), Aisa Renhoat

“ Kami tidak ada surat pemberitahuan dari sekretariat DPRD kalau ada aksi demo HMI, sebagai wakil rakyat baru mendengar ada aksi demo pukul 14.00 WIT “ Ujarnya.

Kata Renhoat, dirinya bersama dua wakil rakyat lainya tidak sempat pulang rumah untuk makan siang, karena harus menerima para pendemo. “ Saya bersama rekan lainya turun minta HMI jangan berorasi diluar, karena gedung ini milik rakyat, jadi bisa masuk didalam untuk sampaikan aspirasi, namun HMI menolak permintaan kami  “ Terangnya.

Menurut Aisa Renhoat, para pendemo menuntut agar menghadirkan Kadis PMD Kota Tual, Ketua DPRD dan seperdua Anggota DPRD Kota Tual. “ Apa yang mereka minta, pasti kami tidak penuhi karena pertama tidak ada surat pemberitahuan aksi demo, kata meraka surat itu dilayangkan kepada Dinas PMD, namun kalau ada tembusan surat pasti kami diberitahu sekretariat DPRD Kota Tual “ Jelasnya.( team tual news )

Leave a Reply