Malra Beri Kontribusi Angka Kemiskinan Untuk Maluku

Langgur Tual News – Walaupun tingkat Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tenggara saat ini, diatas 5,90 %, menempati urutan tertinggi Pertumbuhan ekonomi secara  Nasional yang hanya  5,3 %, namun tingkat pendapatan perkapita masyarakat masih rendah, termasuk didalamnya Kabupaten Malra sebagai penyumbang angka kemiskinan terbesar untuk Propinsi Maluku.

Wakil Bupati Malra,
Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si,

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Malra, Ir. Petrus Beruatwarin, M.Si, kegiatan Pelatihan Vocational pada Daerah Perbatasan, program Kementrian Koperasi dan UKM RI.

“  Kita punya pertumbuhan ekonomi saat ini 5,90 %, jadi Kabupaten Malra masih diatas Pertumbuhan Ekonomi Nasional yakni 5, 3 %, Namun  pendapatan perkapita masyarakat berdasarkan data BPS tahun 2018, sebesar 27, 7 juta sekian, menunjukan kita masih dibawah pendapatan perkapita Nasional maupun Propinsi  Maluku “ Tandas Beruatwarin.

Dikatakan, Kabupaten Malra ikut memberikan kontribusi atau penyumbang terbesar angka kemiskinan di Propinsi Maluku, sesuai data BPS tahun 2018, sehingga Propinsi Maluku berada di peringkat terakhir Nasional dari 34 Propinsi di Indonesia.

“ Kalau tingkat Kemiskinan di Kabupaten Malra, sesuai data BPS tahun 2018, sebesar 23,27 %, untuk Propinsi Maluku 17,85 % sedangkan secara Nasional  9,50 % itu berarti Kabupaten Malra turut memberikan kontribusi bagi Kemiskinan di Maluku yang berada di urutan tiga puluh empat  Nasional dari 34 Propinsi di Indonesia “ Terang Beruatwarin.

Untuk menekan angka kemisikinan di Kabupaten Malra, kata Wabup, Pemkab Malra meluncurkan  program unggulan 11 M, sesuai Visi – Missi Bupati dan Wakil Bupati Malra  yang dituangkan didalam Rencana Pembangunann Jangka Menengah Daerah (  RPJMD ).

“ Sesuai target RPJMD Kabupaten Malra,  di tahun 2020 kita harus menekan angka kemiskinan penduduk Malra dari 23,27 % menjadi 17, 20 %, melalui kerja Cerdas, Ikhlas dan Tuntas dari semua komponen masyarakat “ Tegas Beruatwarin.

Wabup Malra mengaku, kerja Cerdas, Ikhlas dan Tuntas, harus dilaksanakan segera, karena  angka kemiskinan Kabupaten Malra sejak tahun 2013 – 2018,  hanya berada di angka  nol sekian persen.

 ( team tualnews.com )