Bupati Malra Bentak Wartawati RRI di Depan Pimpinan SKPD

Tual News – Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku, M. Thaher Hanubun, Kamis ( 19/3/2020 ) pukul 13.00 WIT dengan nada keras membentak Wartawati Lembaga Penyiaran Publik ( LPP ) RRI Tual, Fatmawati Matdoan, S.Ikom, didepan para Pimpinan SKPD dan Pers.

Reporter RRI Tual, Fatmawati Matdoan

Reporter RRI Tual, Fatmawati Matdoan kepada tualnews.com mengaku sebagai perempuan Kei, harkat dan martabatnya sudah hilang ketika dibentak oleh orang nomor satu di Kabupaten Malra tersebut.

“ Bapak Bupati Malra ketika keluar ruangan langsung menunjuk saya dari jau, dengan ucapan ; hey ko-ko-ko-ko, yang siar berita tidak jelas, wawancara orang yang tidak berkompeten, buka biji mata lihat Kei Besar sana, apa yang sudah saya bangun, ko takaruang saja, beta su buat lalu ko buat apa disana “ Ungkap Matdoan meniru ucapan Bupati Malra yang berbicara dengan nada keras sambil menunjuk tangan dari arah tiga meter.

Pasca dibentak Bupati Malra, Wartawati RRI Tual ini mengatakan hanya berdiam diri, tidak mengeluarkan sepata kata apapun, karena bingung  dengan keadaan yang ada.

“ Saya bingung, kok bisa – bisanya seorang Bupati bisa berbuat demikian, lalu beberapah menit kemudian saya berlalu pergi meninggalkan ruangan “ ujarnya.

Video doa Adat Kei Bupati Malra, M. Thaher Hanubun di Makam Nen Dit Sakmas.
(dok-tualnews )

Kata Fatmawati Matdoan yang adalah perempuan asli Kei, saat kejadian itu ada sejumlah Pejabat SKPD Pemkab Malra dan insan Pers yakni Sekretaris Daerah ( Sekda ) Malra, Drs. Yani Rahawarin, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Kety Notanubun, M.Kes, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), Mochtar Ingratubun beserta Wartawan Media Online Intim News, Ramadhan Suat, Wartawati Media Dhara Pos, Dewi Sirwutubun, Wartawan Maluku Post Online, Gerald Leisubun dan sejumlah insan Pers lainya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), Mochtar Ingratubun, ketika dikonfirmasi tualnews.com via telpon selulernya membenarkan kejadian ini.

Prosesi Adat Kei menuju Makam Nen Dit Sakmas (dok-tualnews )

“ Benar saat kejadian, kami bersama Bapak Sekda Malra, Kadis Kesehatan dan sejumlah Wartawan ada disitu, karena akan digelar conferensi Pers terkait penanganan dan pencegahan Virus Corona di Malra “ Ungkap Ingratubun.

Sementara Kepala LPP RRI Tual, Poli Laiyan, ketika didatangi tualnews.com jumat ( 20/3/2020 ) untuk dikonfirmasi sedang menggelar rapat bersama para Staf beserta karyawan/i RRI Tual.

Usai rapat, Kepala LPP RRI Tual, Poli Laiyan yang dikonfirmasi membenarkan kejadian yang dialami Wartawati RRI Tual, Fatmawati Matdoan, namun Laiyan yang baru beberapah hari memimpin RRI Tual tersebut, belum mau memberikan komentar.

“ Saya belum dapat berikan pernyataan terkait kejadian tersebut, karena baru bertugas di LPP RRI Tual, sehingga nanti kami akan buat surat tertulis resmi kepada Pemkab Malra untuk minta beraudensi langsung “ ujarnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun tualnews.com, bentakan Bupati Malra terhadap Wartawati RRI Tual, diduga terkait pemberitaan LPP RRI Tual yang melaksanakan wawancara bersama Anggota DPRD Kabupaten Malra asal Daerah Pemilihan Kei Besar dari Partai Demokrat, Septian Brian Ubra, S.Sos beberapah waktu lalu soal realisasi program jalan trans di Pulau Kei Besar yang masuk RPJMN 2020 – 2024.

Sampai saat ini Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Propinsi Maluku dan PWI Kabupaten Maluku Tenggara belum mengeluarkan pernyataan sikap dalam menyikapi persoalan yang dialami Wartawati RRI Tual, Fatmawati Madoan, S.Ikom.

Untuk diketahui  Fatmawati Matdoan, selain bekerja sebagai Repoter LPP RRI Tual, juga menjabat Sekretaris PWI Cabang Kabupaten Maluku Tenggara. ( team tualnews )