Letsoin Sesalkan Warga Kur dan Tayando Jadi Anak Tiri Pemkot Tual

Tual News – Anggota DPRD Kota Tual dari Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura ), Suleman Letsoin, sangat menyesalkan kurangnya perhatian Pemkot Tual atas berbagai persoalan pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan di kecamatan PP Kur, Kur Selatan dan Tayando Tam, ibarat warga di wilayah pulau – pulau itu selama ini jadi anak tiri Pemkot Tual.

“ Saya tidak terlibat didalam pansus LKPJ DPRD Kota Tual, namun pikiran dan masukan saya penting untuk memboboti rekomendasi pansus terhadap LKPJ Walikota Tual 2019, sehingga dapat merubah cara kerja Pemerintah yang tidak profesional, buktinya banyak program dan kegiatan di pulau Kur dan Tayando Tam yang dibiayai APBD Kota Tual tahun anggaran 2019 terbengkalai “ Sesal Letsoin kepada tualnews.com.

DPRD Tual Siap Anggarkan Satu Helikopter Layani Warga Kur dan Tayando

Politisi Hanura Kota Tual ini mencontohkan program pembangunan rumah kumuh dari Dinas Perkim Kota Tual tahun 2019, di Desa Tam Ngurhir, Kecamatan Tayando Tam sampai saat ini terbengkalai.

“ Desa Tam Ngurhir, Kota Tual peroleh 100 unit lebih pembangunan rumah kumuh pada APBD Kota Tual tahun anggaran 2019, namun realisasi lapangan hanya dibangun 32 unit rumah “ sorotnya.

Jalan dan Telekomunikasi Jadi Keluhan Warga Kur Selatan Kota Tual

Bukan hanya itu, kata Letsoin, upah kerja tukang dan material lokal masyarakat Desa Tam Ngurhir seperti kayu, batu, pasir dll sebagian besar belum diselesaikan petugas Dinas Perkim.

Diinya juga menyesalkan kinerja Dinas Pendidikan Kota Tual yang kurang memperhatikan nasib guru kontrak di pulau – pulau, karena gaji honorer guru kontrak yang diterima perbulan tak seimbang dengan biaya transportasi yang dikeluarkan dalam mendidik anak – anak di Kecamatan Kur dan Tayando.

Danlanal Tual : Speadboat Hilang Bersama 10 Warga Kur Belum Ditemukan

“ Saya ambil contoh kita punya guru kontrak hanya digaji Rp 1 juta per bulan, bayangkan guru kontrak di pulau UT, peroleh gaji 1 juta per bulan, sedangkan dalam satu bulan tenaga pendidik itu harus keluarkan biaya transportasi angkutan laut sebulan 1,5 juta. Jadi pertanyaan kalau seperti itu, lalu mereka ambil dari gaji mereka, terus makan apa ? “ Kesal Letsoin Wakil Rakyat Kota Tual dari daerah pemilihan Kur dan Tayando.

Tahun Ini, Telkomsel Bangun Jaringan Telpon Seluler di Tayando Yamtel

Kata dia, solusi yang harus segera diambil Dinas Pendidikan Kota Tual adalah membangun rumah guru di Pulau UT dan menyediakan transportasi laut speadbot untuk pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Miris,  Dokter PTT Tak Laksanakan Tugas Pelayanan di Kur Selatan

Anggota DPRD Kota Tual, Suleman Letsoin, mempertanyakan ketidakhadiran dokter PTT yang ditempatkan Dinas Kesehatan untuk melayani kesehatan warga di Kecamatan Kur Selatan, Kota Tual.

“ Sudah delapan bulan, dokter PTT tak laksanakan tugas pelayanan kesehatan di Kecamatan pulau Kur Selatan, jadi pertanyaan dokter digaji 8 – 10 juta per bulan, tetapi tidak ada pelayanan kesehatan untuk masyarakat disana  “ Sesalnya. ( TN )