Guci Sultan Magrib Tersimpan di Marga Badmas Dusun Vatraan Kota Tual

Ini bukti Sejarah, Guci Sultan Magrib yang tersimpan di Marga Badmas, Kota Tual

Tual News – Bukti sejarah Kesultanan Magrib di Ohoimel Fiditan, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual berupa satu buah guci antik sampai saat ini masih tersimpan di Marga Badmas, Dusun Vatraan – Lairkamor, Kota Tual.

Pimpinan tualnews.com, Nery Rahabav  yang melakukan investigasi langsung di Dusun Vatraan, Kota Tual menemukan bukti Sejarah Sultan Magrib ( Tom Tad ), berupa satu buah guci antik tua yang tersimpan rapi dirumah kediaman Hi. Ahmad Badmas.

Guci antik milik Kesultanan Magrib yang berdomisili di Ohoimel Desa Fiditan, tepatnya di danau Ablel lokasi pembangunan proyek Embung Ablel Fiditan, oleh Balai Sungai Maluku, menunjukan kalau pembangunan mega proyek milyaran rupiah itu sudah merusak situs Sejarah dan tatanan adat serta budaya Kei.

Rat Magrib Akui Ohoimel Fiditan Adalah Tempat Bersejarah

Badmas ketika menerima kedatangan Wartawan tualnews.com, dengan senang hati mempersilahkan Wartawan melihat langsung guci yang tersimpan didalam kamar miliknya, bahkan salah satu Tokoh Masyarakat Dusun Vatraan yang vokal ini  mempersilahkan Wartawan mengabadikan gambar guci itu.

“ Guci Magrib baru dilihat tiga orang yakni anda bersama Walikota Tual, Adam Rahayaan, S.Ag dan Plt Walikota Tual, Hamid Rahayaan “ Ujarnya.

Balai Sungai Maluku Bangun Proyek 8 M Diatas Situs Sejarah Rat Magrib

Ketika diminta untuk diwawancarai tualnews.com,  Badmas belum mau ingin berkomentar, namun bebernya kalau Guci Magrib sudah banyak diincar para pengusaha barang antik, baik yang datang dari Luar Negeri maupun Dalam Negeri.

“ banyak yang datang tawar Guci ini seperti dari China dll dengan harga trilyunan rupiah, tapi saya tidak akan jual, sebab ini barang bukti sejarah yang harus dijaga selamanya “ Ungkap Badmas.

Wow..Proyek Embung Air Fiditan 8 M Dibangun Ditengah Hutan Kota Tual

Rat Magrib, Frans Renfaan, membenarkan guci Sultan Magrib di Ohoimel ada tiga, namun sampai saat ini yang baru diketahui keberadaanya hanya dua buah guci, satu tersimpan di Marga Badmas dan satunya lagi ada di Kur – Tayando.

“ Banyak harta adat Kei yang dimiliki Sultan Magrib di Ohoimel, tapi seiring perkembangan zaman, akhirnya barang – barang itu banyak sudah tidak ada dilokasi “ Ungkapnya.

Lima Tahun Biaya Pelepasan Tanah TPA Kota Tual Mengendap ?

Rat Magrib mengisahkan, kalau dipusat kampung Ohoimel, tempat dibangunya Proyek Embung Ablel Fiditan, diatas bukit adalah Istana Kesultanan Magrib.

“ Sumber mata air Ablel berwarna merah, tapi turun ditelaga bawah bukit air putih bening. Diatas singasana Sultan Magrib ada pintu masuk – keluar, karena waktu para leluhur kami pergi mencari ikan dilaut, melalui pintu masuk – keluar itu yang dinamakan, Fidmet “ Jelasnya.

Proyek Air Bersih Balai Sungai Maluku di KotaTual Mubasir

Untuk mengenang Sejarah Adat dan Budaya Kei yang tetap dilesatrikan hingga saat ini, kata Rat Magrib, tiga tahun lalu seluruh masyarakat Ohoi Madwaer, baik laki – laki dan perempuan sudah mendatangi kampung Ohoimel, untuk menggelar upacara Adat Kei.

“ waktu itu kami bawah siri pinang, uang dan mas adat kei turun buat adat di Ohoimel, lalu secara tidak langsung diterima para leluhur, terbukti bunyi tipa gong dari atas bukit Ohoimel, sebagai tanda para leluhur sudah menerima persembahan adat yang diserahkan “ Ungkapnya.   ( TN )