Sasi Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji Kei Kecil Timur Dicabut

Img 20221208 wa0006

Tual News – Pemasangan tanda larangan adat Kei atau dikenal dengan sebutan Sasi ( Hawear-red ) di Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara yang dipasang sejak tanggal 21 November 2022, akhirnya resmi dicabut pemilik tanah, Asis Narew rabu ( 07 /12/2022) pukul 14.00 WIT di Ohoi Rat.

Pemilik tanah yang memasang Sasi tersebut, Asis Narew kepada tualnews.com, kamis ( 08/12/2022) membenarkan pencabutan tanda larangan adat Kei di Kantor KUA KKT, setelah pihaknya bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara saling memaafkan dan bersepakat damai atas kekeliruan yang terjadi.

” Benar, saya selaku pemilik tanah bersama Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Malra sudah saling memaafkan dan mencabut sasi yang terpasang di Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji itu selama sepuluh hari, ” Ungkap pemilik tanah Asis Narew.

Kata dia, pemasangan sasi itu karena ada kekeliruan dan sebagai orang Kei yang memiliki falsafah adat dan budaya Ain Ni Ain ( katong semua satu -red) akhirnya duduk bersama menyelesaikan secara kekeluargaan.

Kepala kantor kementerian agama kabupaten maluku tenggara
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara

” Kantor Kemenag Malra sudah selesaikan sisa pembayaran biaya pembebasan lahan Kantor KUA, sesuai kesepakatan awal bersama, ” Ujar Asis Narew.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara, Ahmad Raharusun, S.P.d, M.P.d saat dikonfirmasi tualnews.com, jumat ( 09 /12/2022) juga membenarkan pencabutan sasi tersebut, setelah sebelumnya terjadi kekeliruan bersama pemilik tanah, Asis Narew.

” Benar, pemilik tanah, Asis Narew sudah mencabut sasi yang dipasang di Kantor Balai Nikah dan Manasek Haji, di Ohoi Rat, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, rabu ( 07/12/2022), ” Ungkapnya.

Raharusun mengaku pemasangan sasi ( hawear -red ) beberapah waktu oleh pemilik tanah, karena terjadi mis komunikasi.

” Sebenarnya tidak ada masalah, hanya terjadi mis komunikasi antara Kantor Kemenag Malra bersama pemilik lahan, namun sudah diselesaikan, ” Jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Malra menegaskan di Kementerian Agama, tidak ada anggaran atau biaya untuk pembebasan lahan, namun karena ini merupakan tugas dan tanggungjawab sehingga dengan penuh kehati – hatian berkoordinasi untuk selesaikan.

” Saya baru masuk sebagai Kepala Kemenag Malra baru satu tahun harus menghadapi permasalahan ini, sehingga koordinasi ternyata ada kesepakatan awal  yang dibangun antara pemilik tanah dengan pejabat sebelumnya, akhirnya melalui rapat bersama semua pejabat Kemenag, kami bersepakat selesaikan demi kepentingan pelayanan publik, ” Terangnya.

Raharusun mengatakan selama pemasangan benda adat Kei di Kantor KUA Kei Kecil Timur, aktifitas pegawai kantor dilaksanakan di bekas kantor lama.

” Saya memberikan apresiasi dan terimakasih kepada pemilik tanah, Asis Narew bersama seluruh masyarakat Ohoi Rat, sebab setelah sasi dicabut, aktifitas Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji sudah berjalan seperti biasa, ” Tandasnya.

( Pewarta : Neri Rahabav)