Ada Apa BNNP Maluku Kirim Surat Buat Ongen Kabalmay ?

Img 20221208 wa0038

Tual News – Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku, kamis ( 08/12/2022) mengirim satu surat yang diantar pegawai honorer BNNK Tual, Hamza Yabkenyanan.

Kuasa Hukum korban, Gasandi Renfaan, S.H ketika dikonfirmasi tualnews.com membenarkan hal ini.

” Iyaa benar,  tadi saya ditelepon klien yang merupakan orang tua dari korban Mela Zain Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay kalau ada petugas yang mengantar surat dari BNNP Maluku, ” Ungkap Gasandi.

Namun dia, meminta orang tua korban, agar petugas yang mengantar surat membuka dan membaca surat tersebut, sebelum diterima.

” Petugas yang mengantar surat dari BNNK Tual menyampaikan kalau dirinya tidak punya hak buka surat, sebab dia hanya perpanjangan tangan mengantar surat dari BNNP Maluku, ” Ujarnya.

Setelah itu kata Gasandi, petugas yang mengantar surat tersebut baru mengaku kalau  dirinya membawa surat pemberitahuan dimulainya penyidikan.

” ini kan aneh, Kepala BNNP Maluku sudah sampaikan kepada publik bahwa saudara Ongen Kabalmay ditetapkan sebagai tersangka dan sudah jadi DPO sejak 13 Juni 2022, kok baru kirim SPDP hari ini tanggal 8 Desember 2022, ” Sorotnya.

Menurut Renfaan, hal ini aneh dan semakin kacau penerapan hukum yang dilakukan BNNP Maluku.

” Anak dari klien saya tidak pernah diperiksa baik sebagai saksi maupun tersangka, kok tiba-tiba ditetapkan tersangka dan DPO tanggal 13 Juni 2022, sebagaimana disampaikan oleh Kepala BNNP Maluku dalam pernyataannya yang dimuat media tanggal 27 Juni 2022, ” Terangnya.

Diakui hal ini juga disampaikan Kapolda Maluku dalam pemberitaan media tanggal 2 Desember 2022, yang isinya Polda Maluku telah menerima surat dari BNNP Maluku, menerangkan kalau Ongen Kabalmay telah ditetapkan tersangka melalui surat ketetapan nomor penetapan S.Tap/02/ VI/ 2022/ BNN Kota Tual tanggal 13 Juni 2022 dan surat dari BNN kepada Kapolda Maluku, nomor : B/ 408 / VI/ KA/PB.06.01/2022/ BNN perihal pemberitahuan daftar pencarian orang (DPO) a.n Mela Zain Junaidi alias Ongen Kabalmay.

” Lalu tiba-tiba hari in, 8 November 2022 dikasih lagi tembusan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan. Hal ini menunjukan KUHAP kita tidak dipatuhi BNNP Maluku, diperparah lagi dengan BNNP Maluku belum berikan senjata api pistol saat kejadian 28 Maret 2022, padahal penyidik telah memiliki jjin dari Pengadilan Negeri untuk sita senpi, ” Kesal Gasandi.

Dia menyesalkan perbuatan oknum-oknum seperti ini yang merusak citra institusi.

” Saya yakin Polri maupun BNN itu bersih, namun oknum yang bekerja menegakkan hukum, namun melawan hukum dan membuat kekaburan hukum, ” Ujarnya.

Sementara itu Kepala BNNK Tual, Ahmad Rengiuryaan, S.Sos ketika dikonfirmasi tualnews.com via telepon selulernya, kamis ( 08/12/2022) mengaku tidak mengetahui surat tersebut.

” Saya baru masuk kantor BNNK Tual hari ini dan tidak pernah menandatangani surat untuk Ongen Kabalmay, sebab baru pulang laksanakan perjalanan dinas dari Kota Ambon, ” Ungkapnya.

Ketika ditanya yang mengantar surat tersebut kepada orang tua Ongen Kabalmay, adalah pegawai honorer BNNK Tual, Kepala BNNK Tual hanya mengatakan akan mengecek kembali.

( MTN)