Jelang Peresmian Gereja Katolik Langgur, Ratusan Umat Ngilngof Jalan Adat Antar Yelim

Langgur, Tual News – Ratusan umat stasi Ngilngof, wilayah Keuskupan Kei Kecil, Selasa ( 20 /6/2023) mendatangi Kota Langgur, dalam rangka mengantar bahan makanan, minuman dll ( Yelim – bahasa Kei ), guna membantu umat Paroki Langgur, menjelang pelaksanaan peresmian dan penthabisan Gereja Katedral Langgur Juli 2023.

Pantauan tualnews.com, kedatangan ratusan masyarakat ohoi Ngilngof dipimpin langsung penjabat Kepala ohoi Ngilngof, Andreas Resubun,SE.

Umat Ngilngof, di terima Kepala Ohoi Langgur, HJS Dumatubun, perangkat Ohoi, Ketua panitia peresmian dan penthabisan Gedung Gereja Katolik Langgur Oce Dumatubun, tokoh Adat, pemuda dan pastor paroki langgur Romo Eko Reyaan,Pr, di lingkungan Petrus Canisius Langgur.

Rombongan masyarakat Ohoi Ngilngof diterima dengan tarian penjemputan secara adat Kei dari panitia dan tifa gong dari Ohoi Revav.

Setelah penjemputan, doa dan pemberkatan dari Pastor paroki Langgur RD Eko Reyaan dan Pastor Paroki Namar, Romo Titus Kasiuw MSC.

Setelah doa, rombongan umat Ngilngof menuju Balai Ohoi.Langgur untuk pelaksanaan prosesi adat dan penyerahan yelim dari masyarakat Ohoi Ngilngof kepada pemerintah Ohoi Langgur dan panitia peresmian dan penthabisan Gedung Gereja katedral Langgur baru.

Penjabat kepala Ohoi Ngilngof ,Andreas Resubun,usai pertemuan adat Kei menjelaskan, kedatangan ratusan warga masyarakat di Ohoi Langgur, karena hubungan pertalian kekeluargaan sejak para leluhur dalam satu bingkai kekerabatan yang dikenal dengan nama Ngur Ohoi Ru ( dua pusat kampung menjadi satu -red).

” Kedatangan kami bersama umat Ohoi Ngilngof, untuk antar yelim membantu basudara umat Langgur, menyongsong peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik Langgur 13 Juli 2023, ” Ungkap Resubun.

Setelah pertemuan adat masyarakat Ngilngof dan pemerintah ohoi Langgur bersama panitia, dilanjutkan lagi pertemuan tersendiri antara pemerintah ohoi Langgur, panitia bersama masyarakat ohoi Ngilngof yang merupakan darah keturunan dari Ohoi Langgur.

Pertemuan adat Kei ini dipimpin tokoh adat ohoi Ngilngof, Hengky Tethol

Tethool kepada tualnews.com, mengaku pertemuan adat itu dilangsungkan, sebab 80 % warga Ohoi Ngilngof berasal dari Ohoi Langgur.

” 80 % perempuan dan laki – laki Ohoi Ngilngof berasal dari Langgur, sebab laki laki dan perempuan Langgur kawin di Ngilngof lalu memiliki keturunan anak cucu yang saat ini datang antar yelim, ” Jelas Tethool.

Dia mengaku, leluhur orang tua Langgur, Bal – Bal Rettob, memiliki saudari perempuan kawin dengan leluhur Ngilngof dari Marga Ohoitimur.

” Selanjutnya dia ikut kesana dan kawin dengan leluhur perempuan Marga Resubun. Anak laki – laki mereka pakai Marga Rettob kawin dengan Enroan dari Ohoi Lairngangas dan keturunan anak cucu terbanyak saat ini, ” Bebernya.

Tokoh adat Ohoi Ngilngof berharap, melalui peresmian dan penthabisan Gereja Katolik Langgur menjadi awal baru membangun hubungan persaudaraan serta kekeluargaan sejati, karena Ohoi Langgur dan Ngilngof adalah kampung saudara ( adik dan kakak ).

” Agama Katolik pertama masuk di Ohoi Ngilngof, dibawah kakak kami dari Ohoi Langgur, sehingga ini harus jadi mementum awal yang baru, ” Terangnya.

Pantauan media ini, selain antar Yelim di bawa masyarakat Ohoi Ngilngof, setelah itu Pemerintah Ohoi Langgur dan panitia juga menerima kedatangan warga Ohoi Isso yang berdomisili di Langgur, para suster PBHK, serta Marga Safsafubun ohoi Langgur.

Sementara itu informasi yang diperoleh dari panitia, menyebutkan pengantaran yelim di hari rabu (21/6/2023), akan berdatangan warga dari ohoi,Debut, Namar dan Ohoi wearlilir.