Gerak Harmoni Semarakkan Festival Pesona Kei, Mahasiswa KKN dan Warga Bersatu Rayakan Kebersamaan

Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.
Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Maluku Tenggara, Tualnews.com  – Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Ratusan warga bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pattimura (Unpatti) memadati Lapangan Elaar Let untuk mengikuti kegiatan Fun Run dan Fun Walk bertajuk “Gerak Harmoni“.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Pesona Kei, yang merupakan penutup program pengabdian mahasiswa KKN UGM dan Unpatti di wilayah tersebut.

Sejak pukul 06.00 WIT, masyarakat dari berbagai kalangan telah berkumpul dengan penuh antusias untuk memilih mengikuti jalan santai maupun lari pagi.

Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.
Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Panitia juga menyiapkan apresiasi bagi 10 pelari tercepat yang berhasil mencapai garis finis sebagai bentuk penyemangat bagi para peserta.

Acara diawali dengan sambutan Camat Kei Kecil Timur Selatan yang mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan.

Setelah itu, peserta menempuh rute dari Lapangan Elaar Let menuju SMAN 5 Maluku Tenggara.

Usai seluruh peserta mencapai garis finis, kemeriahan berlanjut dengan senam bersama yang kemudian ditutup dengan aksi gotong royong membersihkan Situs Siren Siryan, salah satu lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Kei.

Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.
Semangat kebersamaan mewarnai Sabtu pagi (1/8) di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Koordinator Umum Festival Pesona Kei, Agung Prasetyo, mengatakan keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara mahasiswa dan masyarakat.

“Melalui kebersamaan, semangat gotong royong, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan penuh antusiasme, ” jelasnya dalam Rilis Pers yang diterima media ini.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa akan memberikan dampak lebih besar ketika berjalan beriringan dengan masyarakat.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika mahasiswa dan masyarakat berjalan berdampingan, banyak hal positif yang dapat diwujudkan untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Festival Pesona Kei akan mencapai puncaknya pada Minggu malam, 2 Agustus 2026, di Elaar Ngursoin.

Panggung puncak itu diharapkan menjadi perayaan budaya yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya Kei, serta menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.

Festival Pesona Kei menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang bukan hanya semarak, tetapi juga memberikan nilai edukatif, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.