Kampung Nawaripi, Tualnews.com – Kepala Kampung Nawaripi di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Norman Ditubun patut diberi apresiasi dan penghargaan dari Bupati Mimika, Johanis Rettob bersama jajaranya serta Gubernur Papua Tengah dan Kementerian Desa dan PDT, sebab melalui pengelolaan dana desa yang profesional, mampu mengangkat harkat dan martabat anak asli Papua di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia ( SDM ).
Terbukti, setelah dua tahun berturut – turut, melalui alokasi dana desa untuk Kampung Nawaripi, Kepala kampung Norman Ditubun, sangat inovatif dan kreatif menetapkan program beasiswa pendidikan untuk menyekolahkan anak – anak asli Papua di Kampung Nawaripi, asal Suku Kamoro, belajar di luar daerah, khususnya di pulau Seram, Provinsi Maluku.
Dalam keterangan tertulisnya via whatsaap kepada Tualnews.com, Jumat ( 23 / 5 / 2025 ), Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengaku bersama orang tua dan keluarga kembali mengantar salah satu anak Ibu janda asal suku Kamoro bernama Albert Mepere 5 tahun untuk berangkat dengan pesawat terbang ke Kota Ambon, Provinsi Maluku, untuk selanjutnya menuju Yayasan Cahaya Kasih Abadi, Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ) tinggal menetap dan bersekolah di sana.
Dalam keberangkatan anak asli Papua dari Suku Kamoro, Albert Mepere, didampingi dan diantar langsung Bruder Daniel Laian, BSMC, dan Bruder Andreas Resubun,BSMC.
” Anak Albert Mepere berangkat Ke Ambon untuk tinggal di Rumah Kasih Yakobus Abadi, Kabupaten SBB dan bersekolah di SD – SMA, pada Sekolah Katolik Santa Maria Kota Piru, milik para Suster YMY, ” Ungkap Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun.

Ditubun mengaku sangat senang dan optimis dengan perkembangan anak asli Papua dari Suku Kamoro yang mengenyam pendidikan tingkat SD – SMA di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.
” Ini sudah tiga tahun sejak 2023, lewat alokasi DD, Kampung Nawaripi terus kirim anak asli Papua dari Suku Kamoro, tinggal dan belajar di Kabupaten SBB, “Jelasnya.
Kata Ditubun, anak suku Kamoro gelombang pertama yang dikirim tahun 2023, untuk tinggal dan belajar di SBB sangat berkembang pesat, terbukti salah satu anak atas nama, Kornelis Nawaripi, Jumat ( 23 / 5/ 2025 ), sedang mengikuti Kejuaraan Daerah Tinju Antar Pelajar SD di Maluku, mewakili Kabupaten SBB.
” Kami sudah bertemu Lembaga Adat dan Pemda Mimika tentang Program Desa yakni Kampung Nawaripi untuk peningkatan sumber daya manusia ( SDM ) anak asli Papua dibawah naungan Keuskupan Amboina, ” Pungkasnya.
Lemasko Ucapkan Terima Kasih Kepada Uskup Amboina
Sementara itu Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) Mimika, Gerry Okoare yang ikut mengantar anak asli suku Kamoro, Albert Mepere di Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin Timika, Kwamki, Kabupaten Mimika, untuk belajar di Kabupaten SBB, mengucapkan terima kasih kepada Uskup Diosis Amboina, Mgr. Senno Ngutra, karena telah menerima anak – anak asli Papua dari Suku Kamoro, tinggal dan belajar sejak tingkat SD, SMP dan SMA, dibawah naungan Yayasan Katolik milik Keuskupan Amboina.
” Kami dari suku Kamoro ucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup Amboina yang sudah hadir di Timika, dan menerima anak – anak kami untuk dibina dan belajar di Maluku, ” Salutnya.
Selain itu Ketua Lemasko juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun bersama jajaranya yang membuat inovasi dan terobosan baru pemanfaatan dana desa ( DD) lewat program beasiswa pendidikan untuk anak asli Papua dari Suku Kamoro yang dikirim belajar ke luar daerah.
” Kami harap ke depan program beasiswa pendidikan ini terus berkelanjutan dan lebih menyasar anak – anak usia dini yang putus sekolah, agar terbentuk karakter yang baik, ” Harapnya.
Sementara itu Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengakui semenjak program beasiswa pendidikan, lewat dana desa untuk anak asli Papua diluncurkan Kampung Nawaripi, Mimika tahun 2023, tercatat sudah empat anak gelombang pertama yang bersekolah di SD – SMP Santa Maria, di Kabupaten SBB.
” Untuk percobaan, tapi hasilnya bagus sekali, maka tahun ini kami akan fokus . Apa lagi kami sudah mendapat restu dari lembaga adat Suku Komoro, ” Ujar Norman Ditubun, salah satu Kepala Kampung terbaik di Papua.