Gubernur Maluku Hadiri Pentahbisan Gereja Lyawan Soru Jemaat GPM Watidal di KKT

Saumlaki, Tualnews.com – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri secara langsung prosesi Pentahbisan Gedung Gereja Lyawan Soru, Jemaat GPM Watidal, Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Minggu (27/7).

Acara ini berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, diawali dengan penyambutan adat oleh tua-tua adat, tarian tradisional, serta pengalungan bunga.

Turut hadir dalam kegiatan sakral tersebut, Ketua Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella, Anggota DPD RI, Wakil Bupati KKT dr. Juliana Chatarina, Ketua DPRD KKT, Kapolres KKT, para pendeta, jemaat dari Klasis Tanimbar Utara dan Selatan, serta undangan lainnya.

Dalam khotbah pentahbisan, Ketua Sinode GPM menegaskan gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter generasi muda dan masyarakat, guna memperkuat nilai-nilai iman, kasih, dan persaudaraan dalam kehidupan bersama.

Sementara itu, Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutannya mengapresiasi semangat dan swadaya jemaat yang selama 18 tahun membangun Gedung Gereja Lyawan Soru dengan segala keterbatasan.

Ia menekankan pentingnya peran gereja dalam menyongsong perkembangan kawasan, khususnya terkait rencana eksploitasi migas di Blok Masela, Blok Selatan, dan Blok Timur Tanimbar.

“Gereja harus membentuk karakter jemaat yang siap bersaing di sektor strategis. Saya tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton. Gereja harus menjadi pusat pembinaan moral, etika, dan daya saing generasi kita,” tegas Lewerissa.

Menurutnya, Gedung Gereja Lyawan Soru tidak sekadar representasi fisik rumah ibadah, tetapi menjadi simbol iman, semangat gotong royong, dan daya juang masyarakat pelosok yang tetap menempatkan pembangunan spiritual sebagai fondasi utama di tengah arus kemajuan zaman.

Wakil Bupati KKT, dr. Juliana Chatarina, juga menyampaikan rasa syukur masyarakat atas kehadiran Gubernur Maluku dalam momen bersejarah ini.

Ia sependapat bahwa gereja memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar tempat ibadah, yakni sebagai pusat pembinaan masyarakat di tengah kompleksitas tantangan sosial dan lingkungan masa kini.

Prosesi pentahbisan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur sebagai simbol peresmian, penyerahan kunci gereja, dan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Wakil Bupati dan Anggota DPD RI.