Bungkam di Tengah Badai Korupsi, Lembaga Mahasiswa UNPATTI Dinilai Kehilangan Nyali

Img 20250815 wa0021

Ambon, Tualnews.com – Universitas Pattimura (UNPATTI) tengah diguncang isu panas.

Dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret nama Rektor serta sejumlah pegawai kampus menyeruak ke permukaan, menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas lembaga pendidikan tinggi ini.

Langkah berani yang diambil Bapak BW untuk membongkar kasus ini mendapat apresiasi publik.

Namun, kecurigaan mulai menguat bahwa pengungkapan kebenaran berjalan lamban, bahkan dikhawatirkan sengaja diredam oleh pihak-pihak berkepentingan.

Dampak terburuknya: kepercayaan publik terhadap UNPATTI bisa runtuh.

Ironisnya, di tengah isu serius ini, dua lembaga mahasiswa internal, Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terlihat memilih diam.

Padahal, sejarah gerakan mahasiswa selalu menempatkan mereka sebagai garda terdepan pengawasan dan kontrol sosial.

“Pertanyaannya, apa sebenarnya fungsi lembaga mahasiswa di UNPATTI ? Apakah hanya untuk seremoni ucapan selamat, atau benar-benar menjalankan amanat perjuangan mahasiswa?” sindir Malik Rumbouw, mahasiswa UNPATTI yang vokal menyuarakan keresahan, dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Jumat ( 15 / 8 ).

Malik menilai, diamnya lembaga mahasiswa dalam isu ini dapat dimaknai sebagai pembiaran atau indikasi adanya relasi kepentingan yang membuat mereka enggan bersuara.

“Ketika kampus diterpa isu korupsi dan mahasiswa memilih bungkam, nilai perjuangan tereduksi menjadi simbol kosong,” tegasnya.

Ia juga mendesak pimpinan kampus, khususnya Rektor, untuk memberi klarifikasi terbuka kepada publik.

“Kalau memang tidak terlibat, sampaikan langsung dan tegas. Video pernyataan resmi akan meredam rumor dan menunjukkan komitmen pada transparansi. Kalau memilih bungkam, kecurigaan publik hanya akan semakin kuat,” tambahnya.

Menurut Malik, membiarkan kasus ini bergulir tanpa sikap jelas adalah bentuk kelalaian fatal.

“Kampus adalah rumah bersama. Saat kehormatan rumah itu terancam, semua elemen baik pimpinan maupun mahasiswa wajib bergerak. Kalau tidak, kita hanya akan mewariskan jejak buruk di masa depan,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan keras:

“UNPATTI harus segera bertindak, lembaga mahasiswa harus kembali ke roh perjuangannya, dan publik jangan berhenti mengawasi. Hanya itu cara menyelamatkan marwah akademik di tengah badai isu,” Pungkasnya.