Manokwari, Tualnews.com — Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari menyatakan telah menerima laporan dari kontak person di Kabupaten Teluk Bintuni pada Senin (2/11 / 2025) pukul 16.50 WIT terkait dugaan operasi pengeboman oleh aparat keamanan negara di wilayah Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Direktur LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, dalam Rilis Pers tertulis kepada media ini, Selasa ( 02 / 12 / 2025 ), mengakui berdasarkan laporan tersebut, pengeboman diduga terjadi pada Sabtu (29/11) dan Minggu (30/11) di sekitar Kampung Aimau dan Kampung Teyef, Distrik Aifat Timur.
Dia menyebutkan, aksi tersebut diduga dilakukan oleh aparat TNI dengan menggunakan bom roket melalui alat pelontar.
Akibatnya, kata dia sejumlah rumah dan bangunan milik masyarakat sipil dilaporkan mengalami kerusakan berat.
” Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, ” Ujarnya.

LP3BH Manokwari menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut dan menilai tindakan itu berpotensi mengancam keselamatan warga sipil di Distrik Aifat Timur.
Kekhawatiran serupa juga ditujukan bagi masyarakat di wilayah Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, yang lokasinya berbatasan langsung dengan area kejadian.
Sebagai lembaga advokasi hak asasi manusia, LP3BH Manokwari mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) segera melakukan investigasi kemanusiaan terkait laporan tersebut.
Selain itu, LP3BH meminta Dewan Hak Asasi Manusia Internasional di Jenewa, Swiss untuk turut memantau perkembangan situasi keamanan di Papua Barat Daya.
LP3BH Manokwari juga menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, selaku Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia, untuk menghentikan operasi keamanan yang berpotensi berdampak terhadap warga sipil di kawasan tersebut.
“Situasi ini sangat mengkhawatirkan dan keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan LP3BH Manokwari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan lainnya mengenai laporan pengeboman yang dimaksud.