“Tolong Berikan Kami Perdamaian”… Seruan Remaja Bangladesh Menggetarkan Dunia

Karya seni berjudul “the cry for peace” yang dibuat oleh tasfiha tahsin, menggambarkan doa seorang anak di tengah kobaran perang, berhasil menyentuh hati jutaan orang hingga terpilih sebagai pemenang utama dari 15. 932 karya yang dikirim dari 40 negara.
Karya seni berjudul “The Cry for Peace” yang dibuat oleh Tasfiha Tahsin, menggambarkan doa seorang anak di tengah kobaran perang, berhasil menyentuh hati jutaan orang hingga terpilih sebagai pemenang utama dari 15.932 karya yang dikirim dari 40 negara.

15.932 peserta dari 40 negara terlibat dalam kompetisi seni perdamaian terbesar tahun ini

Korea Selatan, Tualnews.com  – Suara perdamaian dari seorang remaja Bangladesh menggema ke seluruh penjuru dunia.

Karya seni berjudul “The Cry for Peace” yang dibuat oleh Tasfiha Tahsin, menggambarkan doa seorang anak di tengah kobaran perang, berhasil menyentuh hati jutaan orang hingga terpilih sebagai pemenang utama dari 15.932 karya yang dikirim dari 40 negara.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Upacara Penganugerahan Final International Loving-Peace Art Competition ke-7 yang digelar International Women’s Peace Group (IWPG) pada 29 November 2025.

Teriakan Sunyi untuk Perdamaian dari Tengah Kobaran Perang

Dalam lukisan Tasfiha, seorang anak tampak berdoa dengan mata terpejam sementara tank, misil, bangunan terbakar, dan kawat berduri mengelilinginya.

Burung merpati putih yang muncul di tengah asap tebal, simbol perdamaian di dalam mata, serta bendera-bendera dunia menegaskan harapan universal akan akhir konflik.

“Dari tengah kehancuran, ada suara sunyi yang memohon perdamaian,” kata Tasfiha dalam pidatonya.

Anak itu mewakili jutaan orang yang mendambakan kehidupan tanpa ketakutan. Kata ‘please’ adalah jeritan emosional dari harapan manusia.

Pesan Perdamaian dari Indonesia, Filipina, dan Rwanda

Selain pemenang utama, sejumlah pelajar dari berbagai negara diakui melalui Penghargaan Emas, Perak, dan Perunggu. Dari Indonesia, dua pelajar berhasil meraih posisi emas:

1. Kyan Viryadharma Yaphet – SD Tunas Muda (Divisi 1)

Melalui lukisan merpati putih dan anak-anak dari berbagai budaya yang bermain bersama, Kyan menggambarkan perdamaian sebagai harapan yang harus dijaga.

“Seperti layang-layang yang harus kita pegang erat, perdamaian perlu dijaga dengan cinta dan persatuan,” ujarnya.

2. Severine Abigail Budiyanto – SMP Bogor Raya (Divisi 2)

Severine menggambar “Pohon Perdamaian”, simbol persatuan semua bangsa.

“Sebagai generasi muda, kita harus bersatu untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

3. Prince R.M.B. Ikan – Filipina (Divisi 3)

Melalui lukisan merpati dan orang-orang dari berbagai ras, ia mengajak dunia untuk saling memahami dan menghindari pertikaian.

“Marilah kita menjadi duta perdamaian,” ujarnya.

4. Cyubahiro Alain Prince – Rwanda (Divisi 4)

Cyubahiro menekankan pentingnya persahabatan dalam gambarnya.

“Saya menggambar tangan yang saling berjabat karena simbol itu menunjukkan pemahaman,” jelasnya.

Img 20251203 204558 728

Pesan dari Juri dan IWPG: Anak-anak adalah Penjaga Masa Depan

Ketua Juri, Soon-kyu Hwang, menilai karya Tasfiha sangat kuat secara visual dan emosional.

“Perdamaian adalah kehidupan. Melalui seni, anak-anak belajar menjadi pelopor perdamaian dunia,” katanya.

Sementara itu, Ketua IWPG Na Yeong Jeon menegaskan bahwa suara murni anak-anak mengingatkan manusia akan nilai dasar kemanusiaan.

“Mereka memilih cinta, penghormatan, dan pengampunan. Anak-anak yang memahami perdamaian melalui seni adalah pahlawan sejati zaman kita,” ujarnya.

Tahun ini, kompetisi digelar dengan tema “Bagaimana kita dapat mempraktikkan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari?”

Hadiah untuk pemenang utama berupa beasiswa 1.000.000 KRW, disusul hadiah emas, perak, dan perunggu masing-masing 500.000 KRW, 300.000 KRW, dan 200.000 KRW.

Sebanyak 41 peserta meraih prestasi di babak final, dan karya mereka akan dipamerkan dalam brosur resmi kompetisi.

Acara penganugerahan dihadiri lebih dari 1.000 peserta, termasuk orang tua, staf, pemenang, dan tamu dari seluruh dunia.