Langgur, Tualnews.com — Umat Katolik di Kabupaten Maluku Tenggara dikejutkan dengan peristiwa pencurian yang terjadi di Gereja Katolik Santo Jakobus Perumnas, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.
Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi Senin dini hari (12/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIT dan pertama kali ditemukan koster gereja, Josep Renyaan, saat hendak melaksanakan tugas rutin di pagi hari.
Ketua Dewan Stasi Gereja Katolik Santo Jakobus Perumnas, Max Renjaan, membenarkan adanya pencurian tersebut ketika dikonfirmasi Tualnews.com melalui pesan WhatsApp, Selasa malam (13/1/2026).
“Benar, telah terjadi pencurian di Gereja Katolik Perumnas. Kejadian itu ditemukan oleh koster pada Senin pagi saat hendak membuka gereja,” ujar Max.
Bukan Piala dan Sakramen, Melainkan Sibori dan Monstran
Max Renjaan meluruskan informasi yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Ia menegaskan barang yang dicuri bukan piala dan Sakramen Mahakudus, melainkan dua buah sibori dan satu monstran.
“Yang dicuri itu bukan piala dan hosti, tetapi dua sibori dan satu monstran. Pihak Dewan Pastoral Stasi sudah membuat kronologis kejadian dan telah melaporkannya secara resmi ke Polres Maluku Tenggara Selasa siang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Max menolak menjawab pertanyaan lanjutan dan meminta agar konfirmasi selanjutnya diarahkan langsung kepada Pastor Paroki Ohoijang, Rm. Thomas Ratuanak, Pr.
“Soal penjelasan lebih lanjut silakan tanyakan langsung kepada pastor paroki, karena kami sudah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada beliau dan juga kepada pihak kepolisian,” tegas Max.

Informasi Umat: Sakramen Dikeluarkan, Sibori Dibawa Pelaku
Informasi yang dihimpun Tualnews.com dari sejumlah umat Gereja Santo Jakobus Perumnas menyebutkan oknum pelaku sempat mengeluarkan Sakramen dari dalam dua sibori dan meletakkannya di atas meja, sebelum kemudian membawa pergi kedua sibori tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, Pastor Paroki Ohoijang, Rm. Thomas Ratuanak, Pr, belum dapat dikonfirmasi. Saat didatangi di pastoran pada Rabu (14/1/2026), pastor paroki diketahui sedang berada di Kota Ambon.
Apa Itu Sibori dan Monstran?
Menurut ajaran liturgi Gereja Katolik:
Sibori adalah bejana liturgi berbentuk piala dengan tutup, digunakan untuk menyimpan hosti (roti Ekaristi) yang telah dikonsekrasi.
Sibori biasanya disimpan di dalam tabernakel dan terbuat dari logam mulia, sering kali dilapisi emas, karena berfungsi sebagai wadah sakral Tubuh Kristus.
Monstran adalah bejana liturgi khusus yang digunakan untuk menempatkan Sakramen Mahakudus agar dapat ditampakkan dan dihormati umat, terutama dalam ibadat adorasi dan prosesi Ekaristi.
Dalam tradisi Gereja Katolik, sibori dan monstran memiliki nilai sakral tinggi, bukan sekadar benda liturgi, melainkan simbol kehadiran Kristus dalam Ekaristi.
Oleh karena itu, pencurian terhadap benda-benda tersebut tidak hanya dipandang sebagai tindak pidana umum, tetapi juga sebagai pelanggaran serius terhadap kesakralan iman umat.
Kasus pencurian ini kini telah ditangani oleh Polres Maluku Tenggara.
Umat berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan mengembalikan benda-benda liturgi tersebut, sekaligus menjaga rasa aman serta kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah.