Tualnews.com – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan keamanan adalah syarat mutlak kemajuan daerah. Tanpa situasi yang aman dan damai, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat mustahil terwujud.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat tatap muka dan silaturahmi bersama masyarakat Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, yang berlangsung di Masjid Al-Hijrah Lingkungan Baru, Rabu (7/1/2026) siang.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab, religius, dan penuh kekeluargaan, dihadiri Ketua MUI Provinsi Maluku, para pejabat utama Polda Maluku, Kapolres Tual, Kapolsek Dullah Utara, Penjabat Desa Fiditan, Badan Saniri Ohoi (BSO), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kapolda menyampaikan Maluku merupakan daerah yang dianugerahi keindahan alam, kekayaan sumber daya, dan masyarakat yang berkarakter kuat.
Namun semua potensi itu, menurutnya, hanya dapat berkembang jika didukung stabilitas keamanan.
“Syarat utama sebuah masyarakat untuk maju adalah aman. Kalau kita terus berkelahi dan berkonflik, maka sulit bagi daerah ini untuk berkembang. Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tugas kita semua,” tegas Kapolda.
Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan, memperkuat persatuan, serta menjadikan keberagaman suku, agama, dan budaya sebagai kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
Kapolda juga menekankan pentingnya agama sebagai pedoman hidup, agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Ketika kita hadir di suatu lingkungan, lingkungan itu harus tersenyum karena kehadiran kita. Jangan sampai kehadiran kita justru menciptakan konflik dan bentrok,” ujarnya.
Sorotan khusus disampaikan Kapolda terkait peran strategis orang tua dalam menjaga dan membina generasi muda, terutama di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial.
“Internet punya sisi positif dan negatif. Anak-anak mudah meniru apa yang mereka lihat. Orang tua harus hadir membimbing agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, toleran, dan bertanggung jawab,” pesan Kapolda.
Ia mengingatkan bahwa generasi muda adalah penyambung hidup bangsa yang harus dijaga bersama agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang yang merugikan diri sendiri dan masyarakat.
Dalam menghadapi persoalan sosial, Kapolda menekankan dua kunci utama: beribadah dan bersabar.
“Jika kita tidak sabar dan tidak mendekatkan diri kepada Tuhan, maka kebencian akan muncul dan mendorong kita melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Mari selesaikan masalah dengan kepala dingin,” imbaunya.
Sejalan dengan Kapolda, Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. Dr. H. Abdullah Latuapo, M.Ag menegaskan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan bagian dari ibadah sosial yang bernilai pahala besar.
“Agama tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tanggung jawab menjaga kedamaian dan keharmonisan sesama,” ujar Ketua MUI.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu dan informasi hoaks, terutama yang beredar di media sosial, karena dapat merusak persaudaraan dan memicu konflik.
“Sesungguhnya orang Islam itu bersaudara. Jika ada salah paham, mari segera islah, saling memaafkan,” pesannya.
Mengakhiri kegiatan, Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Desa Fiditan dan berharap silaturahmi tersebut memperkuat persaudaraan serta menjadi amal ibadah bersama.
“Semoga pertemuan ini mendapat ridho Allah SWT dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tutup Kapolda.