BURU, MALUKU, Tualnews.com — Upaya pemerataan kualitas pendidikan anak usia dini di wilayah pelosok Kabupaten Buru terus menunjukkan hasil nyata.
Taman Kanak-Kanak (TK) Waegernangan yang berlokasi di Desa Persiapan Waegernangan kini mulai menerapkan pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan papan interaktif di ruang kelas.
Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital pendidikan hingga ke tingkat desa, termasuk wilayah persiapan.
Pantauan wartawan Tualnews.com, Erwin Ollong, di lokasi menunjukkan siswa-siswi TK Waegernangan tampak antusias mengikuti proses belajar menggunakan papan interaktif.
Anak-anak terlibat langsung dalam aktivitas edukatif seperti menyusun puzzle digital, mengenal bentuk dan warna, serta latihan motorik melalui media visual yang menarik.
Penggunaan papan interaktif ini dinilai mampu, meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui pembelajaran visual dan audio.
Hal ini sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, kreatif, dan partisipatif.
Apresiasi Sekolah dan Masyarakat
Kepala sekolah, guru, serta tokoh masyarakat Desa Persiapan Waegernangan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Buru atas perhatian terhadap pendidikan anak usia dini di wilayah mereka.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan papan interaktif ini. Bagi kami di desa persiapan, ini merupakan lompatan besar. Anak-anak kini bisa merasakan metode belajar yang setara dengan sekolah-sekolah di wilayah perkotaan,” ujar perwakilan pihak TK Waegernangan.
Dorong Pemerataan Pendidikan Digital
Warga berharap bantuan ini menjadi pemantik bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Buru secara menyeluruh, khususnya di wilayah terpencil dan berkembang.
” Dengan dukungan fasilitas teknologi, TK Waegernangan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, ” Ujar Kepala Sekolah TK Waegernangan.
Ditegaskan, langkah ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan bukan hanya milik kota besar, tetapi juga hak anak-anak di desa untuk mendapatkan akses pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
