Presidium Postidar Kecam Keras Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy Indra Wijaya

Kecaman ini disampaikan  Ahmad Kailani, anggota Presidium Postidar, kepada awak media  Jumat malam (1/5/2026) di Jakarta, seperti Rilis Pers yang diterima, Tualnews.com, Sabtu ( 2 / 5 ).
Kecaman ini disampaikan  Ahmad Kailani, anggota Presidium Postidar, kepada awak media  Jumat malam (1/5/2026) di Jakarta, seperti Rilis Pers yang diterima, Tualnews.com, Sabtu ( 2 / 5 ).

Jakarta, Tualnews.com  Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Poros Profesional Terpadu untuk Indonesia Raya (Postidar) melontarkan kecaman keras terhadap pernyataan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, terkait serangan pribadi kepada Sekretaris Kabinet (Sekkab), Teddy Indra Wijaya.

Pernyataan tersebut dinilai berpotensi memicu keresahan publik.

Kecaman ini disampaikan  Ahmad Kailani, anggota Presidium Postidar, kepada awak media  Jumat malam (1/5/2026) di Jakarta, seperti Rilis Pers yang diterima, Tualnews.com, Sabtu ( 2 / 5 ).

“Tudingan yang disampaikan Pak Amien Rais tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi masuk dalam kategori fitnah karena memberi label tanpa dasar yang jelas,” ujar Kailani.

Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan untuk memverifikasi informasi secara memadai.

Karena itu, kata dia, narasi yang tidak akurat dinilai berisiko menyesatkan opini publik.

Kailani menilai pernyataan tersebut sarat prasangka dan tidak mencerminkan sikap beradab.

Ia juga mengkhawatirkan kondisi Amien Rais yang dianggap rentan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik.

“Sulit bagi saya memahami cara berpikir dan bertindak Pak Amien Rais. Melabelkan seseorang dengan tuduhan keji tanpa dasar yang valid adalah tindakan yang tidak pantas,” tegasnya.

Pandangan senada disampaikan Ketua Pijar 98 sekaligus Presidium Postidar, Sulaiman Haikal.

Ia menyayangkan sikap Amien Rais yang dinilai menyebarkan informasi belum terverifikasi dan meminta klarifikasi atas pernyataan tersebut.

“Pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh tokoh sebesar beliau. Jika ini bagian dari politik pecah belah, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Thurman Simanjuntak menegaskan dalam dinamika politik, etika tetap harus dijunjung tinggi.

Ia mengingatkan penyebaran informasi yang belum jelas, apalagi hoaks, merupakan hal yang tabu bagi seorang tokoh publik.

“Perbedaan sikap politik tidak boleh menghalalkan segala cara, termasuk menyebarkan informasi yang tidak benar,” katanya.

Di sisi lain, Presidium Postidar Jawa Barat, Agus Teddy Sumantri, menilai tudingan yang mengaitkan kedekatan personal dengan isu moral sebagai spekulasi tanpa dasar kuat.

Ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu kegaduhan publik.

Dalam pernyataannya, Agus juga menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Kepercayaan kepada jajaran kabinet, termasuk Teddy Indra Wijaya, disebut didasarkan pada kapasitas dan kebutuhan kerja.
“Fokus pemerintah saat ini adalah bekerja untuk rakyat. Narasi yang tidak berdasar justru dapat mengganggu stabilitas dan konsentrasi dalam menjalankan program-program prioritas,” pungkasnya.