Bung Reno: Rakyat Makin Gelisah, Pemimpin Jangan Sibuk Retorika Saat Ekonomi Tertekan

KUPANG, Tualnews.com  – Gelombang keresahan publik yang semakin terasa di berbagai daerah mendapat sorotan keras dari aktivis politik Nusa Tenggara Timur (NTT), Gregorius Matrecano atau Bung Reno.

Ia menilai kondisi bangsa saat ini sedang menghadapi krisis kepercayaan yang dipicu oleh ketidakpastian politik dan tekanan ekonomi yang terus menghimpit rakyat.

Menurut Bung Reno, di tengah mahalnya kebutuhan hidup, melemahnya daya beli masyarakat, dan sulitnya lapangan pekerjaan, rakyat justru disuguhi narasi politik yang dinilai jauh dari persoalan nyata yang mereka hadapi setiap hari.

“Rakyat tidak butuh pidato yang indah. Rakyat membutuhkan kepastian. Mereka ingin tahu ke mana arah bangsa ini dibawa dan bagaimana pemerintah menjawab kesulitan yang mereka rasakan,” tegas Bung Reno, dalam keterangan tertulisnya kepada media ini Jumat malam (5/6/2026).

Ia menilai meningkatnya demonstrasi, kritik publik di media sosial, hingga berbagai bentuk protes yang muncul di sejumlah daerah bukanlah fenomena biasa.

Menurutnya, hal itu merupakan alarm keras bahwa sebagian masyarakat mulai kehilangan kesabaran terhadap situasi yang dianggap tidak memberikan kepastian.

“Ketika rakyat mulai lebih percaya pada keresahan yang mereka rasakan daripada janji-janji yang mereka dengar, maka sesungguhnya ada persoalan serius yang harus segera dijawab,” katanya.

Bung Reno mengingatkan sejarah menunjukkan ketidakpuasan publik sering kali berawal dari persoalan ekonomi.

Saat harga kebutuhan naik, kesempatan kerja menyempit, dan pendapatan masyarakat stagnan, kepercayaan terhadap institusi negara dapat terkikis apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang konkret dan berpihak kepada rakyat.

Ia menyoroti kondisi petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda yang menurutnya kini menghadapi tantangan yang semakin berat.

Banyak di antara mereka harus berjuang menghadapi biaya produksi yang meningkat, pasar yang tidak stabil, dan ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan.

“Jangan salah membaca situasi. Rakyat mungkin diam, tetapi mereka merasakan semuanya. Mereka melihat, menilai, dan menunggu bukti, bukan sekadar narasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bung Reno menilai stabilitas politik tidak dapat dibangun hanya melalui pencitraan dan komunikasi publik semata.

Stabilitas, kata dia, lahir dari kepercayaan masyarakat yang tumbuh karena adanya keadilan, kepastian hukum, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan.

“Pemimpin harus hadir di tengah kegelisahan rakyat. Jika pemimpin terlalu jauh dari realitas masyarakat, maka jarak antara kekuasaan dan rakyat akan semakin lebar,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghentikan politik yang hanya berorientasi pada kepentingan kelompok dan mulai fokus pada agenda-agenda yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas.

“Bangsa ini tidak sedang kekurangan slogan. Yang kurang adalah keberanian mengambil keputusan yang mampu memberikan harapan dan kepastian bagi rakyat. Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian politik, rakyat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata,” pungkas Bung Reno.