TUAL,Tualnews.com – Kepedulian Pemerintah Kota Tual terhadap warganya kembali dibuktikan.
Meski memiliki identitas kependudukan Kabupaten Maluku Tenggara, seorang perempuan lanjut usia, Adumina Balubun (66), yang telah dua pekan terbaring sakit di rumahnya di kawasan Un Pantai, Kecamatan Dullah Selatan, akhirnya mendapatkan pertolongan medis setelah mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat.
Kondisi memprihatinkan yang dialami Adumina pertama kali dilaporkan keluarganya kepada pemerintah setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Camat Dullah Selatan Andre Refra bersama Lurah Lodar El Hasan Basri Renwarin, Lurah Ketsoblak Frengky D. Ramatuan, serta tokoh masyarakat Oce Songyanan langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi pasien.
“Kami menerima laporan dari keluarga bahwa Ibu Adumina sedang sakit dan belum mendapatkan penanganan medis. Setelah kami cek langsung ke rumahnya, ternyata benar kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Andre Refra, Rabu (17/6).
Menurut Refra, meskipun Adumina merupakan warga asal Desa Laar, Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, kondisi kemanusiaan menjadi pertimbangan utama.
Hasil pemantauan di lapangan kemudian segera dilaporkan kepada Wali Kota Tual yang saat itu sedang berada di luar daerah.
Tanpa menunggu lama, Wali Kota Akhmad Yani Renuat langsung memerintahkan jajarannya untuk mengevakuasi pasien ke RSUD Maren H. Noho Renuat guna mendapatkan perawatan medis yang layak.
“Setelah kami laporkan kepada Bapak Wali Kota, beliau langsung memerintahkan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” jelas Refra.
Sekitar pukul 15.20 WIT, tim medis yang terdiri dari seorang dokter dan dua bidan tiba di rumah pasien menggunakan ambulans.
Setelah melakukan pemeriksaan awal, pasien langsung dievakuasi ke RSUD Maren H. Noho Renuat.
Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien kembali menjalani pemeriksaan medis dan akhirnya diputuskan untuk menjalani rawat inap.
Refra menilai langkah cepat Wali Kota Tual tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan visi dan misi pelayanan kesehatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan asal-usul maupun status sosial.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Wali Kota karena telah membuktikan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Bahkan seluruh biaya penanganan pasien ini turut menjadi perhatian beliau,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan warga yang sakit, namun terkendala biaya pengobatan kepada pemerintah setempat.
Selain itu, kata dia masyarakat yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan diminta segera mengurusnya demi menjamin akses pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Adumina Balubun tidak mampu menyembunyikan rasa harunya saat ditemui di RSUD Maren H. Noho Renuat.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Tual yang telah membantunya mendapatkan perawatan medis.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Tual yang sudah membantu saya hingga bisa dirawat di rumah sakit. Semoga Tuhan selalu menjaga dan memberkati beliau dalam memimpin Kota Tual,” ucapnya.
Ucapan serupa juga datang dari pihak keluarga. Salah seorang anggota keluarga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial AB menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Pemerintah Kota Tual.
“Kami keluarga besar dari Desa Laar mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Tual yang telah memberikan perhatian dan membantu ibu kami mendapatkan perawatan medis. Kebaikan ini tidak akan kami lupakan. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan beliau dengan berkat yang berlimpah,” ujar AB.
Langkah cepat evakuasi dan penanganan medis terhadap Adumina Balubun menjadi gambaran bahwa pelayanan kemanusiaan tidak mengenal batas administrasi.
Ketika seorang warga membutuhkan pertolongan, respons cepat pemerintah dapat menjadi penyelamat sekaligus menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.