TUAL, Tualnews.com – Derita masyarakat di Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, kian memprihatinkan.
Selama hampir lima bulan musim kemarau melanda, ratusan warga di sejumlah desa harus bertahan hidup dengan mengandalkan air hujan sebagai satu-satunya sumber air minum.
Ketika hujan tak kunjung turun, ancaman krisis air bersih pun semakin nyata.
Merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kota Tual melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan air minum kemasan kepada masyarakat yang terdampak, terutama di Desa Kaimear yang disebut sebagai wilayah dengan kondisi paling kritis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tual, Ahmad Rahayaan, membenarkan penyaluran bantuan tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).
“Benar, kami menyalurkan bantuan air minum dari Pemerintah Kota Tual kepada masyarakat di Pulau-Pulau Kur yang sedang mengalami bencana kekeringan,” Ungkapnya.
Menurut Rahayaan, Desa Kaimear menjadi prioritas karena selama berbulan-bulan masyarakat praktis hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Kondisi ini sudah berlangsung hampir lima bulan. Karena itu kami membawa bantuan air minum kemasan gelas dan galon agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Kata dia, distribusi bantuan dilakukan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 54 dengan mengangkut 323 karton air minum kemasan gelas dan 8 galon air minum menuju Pulau Kur.
Namun, bagi Rahayaan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan kekeringan tidak hanya dialami Desa Kaimear.
BPBD Kota Tual, mencatat sedikitnya empat desa terdampak, yakni Kaimear, Sermaf, Tubyal, dan Finwalen. Meski tiga desa lainnya masih terbantu oleh sumur atau perigi, kondisi tersebut dinilai sangat rentan apabila musim kemarau terus berlanjut.
“Kalau Agustus ini hujan belum juga turun, tiga desa lainnya sangat berpotensi mengalami krisis air bersih seperti yang terjadi di Kaimear,” tegas Rahayaan.
Peringatan itu menjadi sinyal bahwa kekeringan di Pulau-Pulau Kur bukan lagi persoalan musiman biasa, melainkan ancaman serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari pemerintah.
Selain bantuan dari Pemerintah Kota Tual, distribusi air bersih juga mendapat dukungan dari Balai Wilayah Sungai Maluku sebagai bagian dari upaya penanganan darurat.
Di tengah kesulitan yang dihadapi warga, Sekretaris Desa Kaimear, Lajuki Rettob, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Kota Tual dan Balai Wilayah Sungai Maluku atas bantuan yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih, karena bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sudah berbulan-bulan mengalami kesulitan mendapatkan air minum,” ujarnya.
Meski demikian, kata dia bantuan darurat dinilai belum cukup menjadi solusi jangka panjang.
” Masyarakat Pulau-Pulau Kur membutuhkan pembangunan infrastruktur penyediaan air bersih yang berkelanjutan agar tidak terus bergantung pada hujan setiap musim kemarau, ” Jelasnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan Pemerintah Kota Tual tengah menyiapkan penyaluran bantuan tahap kedua.
Langkah tersebut diharapkan mampu meringankan beban masyarakat apabila musim kemarau masih terus berlangsung.