Ambon, Tualnews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di sejumlah pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) setelah melakukan kunjungan reses ke wilayah tersebut.
Anos mengatakan perjalanan reses dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan kelistrikan dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan.
Rute perjalanan tersebut meliputi Pulau Moa, Pulau Metimiarang, Pulau Luang, Pulau Lakor, kembali ke Pulau Moa, kemudian dilanjutkan menuju Pulau Wetar dan Pulau Kisar.
Di Pulau Metimiarang, Anos bersama rombongan bertemu masyarakat dan meninjau lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Masyarakat setempat, menurut dia, menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan lahan seluas satu hektare guna mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut.
Dari Metimiarang, perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Luang. Selain melihat kondisi pelayanan kelistrikan, Anos juga meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Luang.
Masyarakat Pulau Luang juga menyatakan kesediaan menghibahkan lahan seluas satu hektare untuk mendukung rencana pembangunan PLTS.
Selanjutnya, Anos mengunjungi Pulau Lakor untuk melihat kondisi PLTD setempat sebelum kembali ke Pulau Moa.
Dari Pulau Moa, perjalanan reses kemudian dilanjutkan menuju Pulau Wetar, salah satu wilayah Maluku yang berada di kawasan perbatasan Indonesia.
Di Desa Karbubu, Anos meninjau pembangunan jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dari Desa Klisatu menuju Desa Karbubu.
Ia juga melanjutkan kunjungan ke Desa Masapun dan Desa Mahuan untuk melihat kondisi masyarakat serta kebutuhan pelayanan dasar, termasuk kebutuhan listrik.
Setelah dari Pulau Wetar, Anos melanjutkan perjalanan menuju Pulau Kisar dan bertemu masyarakat Desa Nomaha.
Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Camat Kisar Utara Fernando Rupilu dan Kepala Desa Nomaha Ricardo Anthony.
Dalam pertemuan itu, masyarakat pemilik lahan menyatakan kesediaan menghibahkan lahan seluas tujuh hektare untuk mendukung rencana pembangunan PLTS di Pulau Kisar.
“Dengan demikian, dukungan masyarakat terhadap penyediaan lahan untuk pembangunan PLTS mencapai sembilan hektare,” kata Anos.
Ia merinci lahan tersebut terdiri atas satu hektare di Pulau Metimiarang, satu hektare di Pulau Luang dan tujuh hektare di Desa Nomaha, Pulau Kisar.
Menurut dia, proses administrasi hibah lahan di Pulau Kisar saat ini sedang dipersiapkan.
Anos mengapresiasi dukungan masyarakat yang secara sukarela menyediakan lahan untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.
Menurut dia, listrik bukan sekadar kebutuhan untuk penerangan, tetapi juga berkaitan dengan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, komunikasi, pelayanan pemerintahan dan keamanan masyarakat.
“Karena itu, perjalanan dari satu pulau ke pulau lainnya ini penting agar kami tidak hanya menerima laporan dari atas meja, tetapi benar-benar melihat, mendengar dan merasakan langsung kondisi masyarakat,” ujarnya.
Anos berharap koordinasi antara pemerintah, PLN dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga pembangunan infrastruktur kelistrikan di Maluku Barat Daya dapat segera direalisasikan.
Masyarakat di Pulau Moa, Metimiarang, Luang, Lakor, Wetar hingga Kisar, kata dia, memiliki harapan yang sama, yakni mendapatkan pelayanan listrik yang lebih baik, merata dan berkelanjutan.