Lampu Jalan, Air Bersih dan Rumuh Kumuh Jadi Keluhan Warga Kota Tual

Tual News – Warga masyarakat di kompleks Sinar Pagi, Yarler, Kampung Pisang dan Kampung Mangga Kota Tual minta DPRD Kota Tual bersama Pemkot  agar segera membangun lampu jalan untuk menerangi ruas jalan yang ada diwilayah Kota Tual, termasuk pemerataan pelayanan air bersih dan pembangunan rumah kumuh penduduk.

Hal ini mengemuka dalam jaring aspirasi masyarakat bersama Anggota DPRD Kota Tual, Alexander Betaubun di kompleks Sinar Pagi UN Kota Tual, rabu ( 12/2/2020 ).

Wawancara tualnews.com bersama Anggota DPRD Kota Tual, Alexander Betaubun

“ Kami minta Bapak Wakil Rakyat Kota Tual agar segera mendesak Pemkot Tual memperhatikan penerangan lampu jalan yang didalam wilayah Kota Tual, karena dimalam hari sangat gelap dan rawan kejahatan “ pintah warga masyarakat setempat.

Kata warga, penerangan lampu jalan di Kota Tual sangat penting, karena sudah berulang kali terjadi kecelakaan dan kejahatan. “ Karena tidak ada lampu jalan, sehingga Kota Tual terkesan jadi Kota cinta – cinta sejumlah pasangan muda – mudi dimalam hari “ sorot Frans Putnarubun

Selain permintaan lampu jalan, warga berharap agar pelayanan air bersih oleh PDAM Maren Kota Tual segera ditangani, karena mereka sangat kesulitan air bersih.

“ Kegiatan Pesparani Propinsi Maluku akan digelar di Kota Tual, kami masyarakat sangat menderita air bersih, karena pipa PDAM Maren belum masuk wilayah kami, akhirnya setiap saat harus keluarkan uang beli mobil tangki air “ keluh warga di Sinar Pagi dan sekitarnya.

Piet Tunyanan pada kesempatan itu minta agar PDAM Maren harus kerja efektif, sebab wilayah lain sudah menikmati air PDAM sementara di kompleks sinar pagi dan sekitarnya sampai saat ini belum menikmati pelayanan air bersih.

Terkait pemerataan bantuan rumah kumuh bagi masyarakat miskin, Tunyanan kecewa dengan kinerja Dinas Perkim Kota Tual.

“ Bantuan bedah rumah, bapak lihat sendiri, ada rumah yang cat sudah takupas, karena yang pegang proyek orang takupas, massa ada rumah yang daun zeng diganti, sedangkan sebagian rumah lain daun zengnya tidak diganti “ Kesal Piet Tunyanan.

Menanggapi keluhan warga masyarakat, Direktur PDAM Maren Kota Tual, Maria O. Far – Far, menjelaskan PDAM Kota Tual baru berdiri tahun 2014, sehingga wilayah Yarler dan sekitarnya sudah masuk maping jaringan di tahun 2021.

“ Karena keterbatasan anggaran, tahun ini kami baru buka pendaftaran bagi masyarakat yang sudah dilalui pipa PAM seperti dari lapangan Gotong Royong menuju kuburan dan kampung baru bawah “ Jelasnya.

Kata Far – Far, titik rawan air bersih di Kota Tual akan terlayani 1.400 penyambungan baru. “ tarif air bersih paling murah di Kota Tual, karena satu kubik air 1.000 liter hanya Rp 3.000, bila dibandingkan dengan beli air mobil tangki 5.000 liter. Jadi satu bulan warga hanya membayar rekening sebesar Rp 15.000 “ terangnya.

Anggota DPRD Kota Tual, Alexander Betaubun menegaskan terkait lampu jalan, dirinya yang minta Kadis PUPR Kota Tual agar segera memasang lampu jalan pada ruas jalan di Kota Tual.

“ Tanggal 31 Oktober 2019, saya paksakan rapat dengar pendapat dengan OPD terkait, saya minta Kadis PUPR seger pasang lampu jalan, termasuk minta agar Satpol PP ditempatkan pada setiap Gereja dan penertiban pasar Tual “ Tegasnya.

Betaubun minta masyarakat tidak perlu khawatir karena selaku wakil rakyat yang ada di Badan Anggaran DPRD Kota Tual akan memperjuangkan keluhan dan aspirasi masyarakat tersebut untuk mendapat perhatian Pemkot Tual.

( tualnews )  

Leave a Reply