Kategori
Kesehatan Kota Tual Maluku Tenggara Membangun Ohoi Politik Seputar Maluku

Langgur Bersatu Pro – Kontra Soal Hotel Langgur Jadi Tempat Karantina

Tual News – Segenap komponen masyarakat di Desa / Ohoi Langgur bersatu, Kecamatan Kei – Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku dalam rapat bersama Tim Pemkab Malra di Balai Desa Langgur, senin ( 30/3/2020 ) menyatakan sikap pro – kontra terkait penetapan Hotel Langgur sebagai tempat karantina ratusan warga Malra yang tiba dengan kapal PELNI KM. Ngapulu, selasa pagi ( 31/3/2020 ) pukul 06.30 WIT.

Tual News – Segenap komponen masyarakat di Desa / Ohoi Langgur bersatu, Kecamatan Kei – Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku dalam rapat bersama Tim Pemkab Malra di Balai Desa Langgur, senin ( 30/3/2020 ) menyatakan sikap pro – kontra terkait penetapan Hotel Langgur sebagai tempat karantina ratusan warga Malra yang tiba dengan kapal PELNI KM. Ngapulu, selasa pagi ( 31/3/2020 ) pukul 06.30 WIT.

Video wawancara tualnews.com bersama Tokoh Pemuda Ohoi Langgur, Epen Savsavubun

Salah satu Tokoh Pemuda Ohoi Langgur, Epen Savsavubun kepada tualnews.com mengaku pro – kontra masyarakat itu sebenarnya tidak terjadi, kalau Tim Gugus Tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 Malra bekerja ekstra dalam melaksanakan tugas pencegahan, sebab terbukti minggu kemarin ( 29/3/2020 ), ada warga yang masuk Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) tidak ditangani dengan baik, sehingga harus dijemput polisi.

“ Khusus pertemuan hari ini, sebagian warga menolak dan sebagian lagi menerima, tapi dengan syarat kalau di Hotel Langgur hanya terdapat 25 kamar, maka penumpang yang datang harus gunakan 25 kamar tersebut, tidak boleh lebih “ Ungkapnya.

Hotel Langur yang akan dijadikan tempat Karantina Mandiri para penumpang

Savsavubun mengaku dirinya secara pribadi menolak Hotel Langgur sebagai tempat karantina mandiri bagi para penumpang KM. Ngapulu yang akan tiba selasa pagi.

“ Kenapa saya secara pribadi menolak, karena ada warga yang masuk ODP minggu kemarin sampai saat ini masih lolos “ ujarnya.

Dikatakan, orang tua dari bayi yang tinggal didepan TK AIS Langgur masuk ODP sampai saat ini masih berkeliaran.

“ ODP tersebut Kemarin sudah dibawah masuk Rumah Sakit, tapi sekarang sudah kembali berkeliaran didalam Desa Langgur. Ini menunjukan Pemkab Malra tidak serius cegah Covid-19, apalagi karantina dalam jumlah besar “ sesal Epen Savsavubun.

Dirinya mempertanyakan kebijakan Pemkab Malra menetapkan Hotel Langgur sebagai lokasi tempat karantina mandiri bagi para penumpang kapal PELNI KM. Ngapulu yang akan tiba di Pelabuhan Tual.

“ Kenapa Hotel Langgur sebagai pusat karantina mandiri warga malra yang datang dari luar. Seharusnya Pemkab Malra punya lokasi alternatif lain, jadi tanda tanya yang datang 360 orang, sementara kapasitas kamar hotel langgur 25 kamar, lalu siapa yang bisa jamin keamanan ? “ Tanya Savsavubun.

Rapat bersama Tim Pemkab Malra dan warga masyarakat di Balai Desa Langgur, senin ( 30/3/2020 ). ( dok-tualnews )

Pertemuan Tim Pemkab Malra bersama masyarakat Desa Langgur di Balai Desa Langgur, dipimpin Staf Ahli Bupati Malra, DR. Andi Savsavubun dan Camat Kei – Kecil, Neles Retob.   

“ Jadi didalam pertemuan ada yang menolak dan menerima, tapi dengan syarat harus sesuai kapasitas Hotel Langgur 25 kamar dan pengamanan ekstra “ Jelasnya.

Terkait pro – kontra soal tempat Karantina di Hotel Langgur yang dekat dengan pemukiman penduduk, Sekda Malra, Drs. Yani Rahawarin, M.Si, menegaskan  kalau ada penolakan masyarakat maka lokasi Guest House di tempat wisata Ohoililir menjadi solusi terakhir.

“ Kami sudah siapkan tempat karantina yakni Hotel Langgur dan Guest House di Ohoililir, namun kalau ada penolakan warga Langgur, maka Guest Hosue di Ohoililir jadi solusi akhir  “ katanya.

Sementara itu terkait tempat karantina bagi warga Malra yang tiba dengan kapal PELNI KM. Ngapulu selasa pagi ( 31/3/2020 ) pukul 06.30 WIT, Ketua DPRD Malra, Minduchri Kudubun, mengaku pihaknya sudah menyiapkan ruang Komisi DPRD Malra dalam menampung kedatangan warga masyarakat Malra dari Jakarta, Surabaya, Makasar dan Kota Ambon.

“ Kami siap tampung kedatangan para penumpang warga Malra di Gedung DPRD Malra selama masa karantina, selain tempat yang disiapkan Pemkab Malra “ Ungkap Kudubun.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun tualnews.com dari Kantor PELNI Cabang Tual, menyebutkan KM. Ngapulu akan sandar di Pelabuhan Tual, selasa pagi ( 31/3/2020 ), dengan total penumpang dari Jakarta, Surabaya, Makasar dan Ambon yang bakal turun sebanyak 669 penumpang. Dari ratusan penumpang itu, warga Malra yang akan turun sebanyak 360 -an, sisanya Kota Tual. ( team tualnews )

Oleh tualnews

tualnews.com adalah portal berita di Kepulauan Kei sebagai media publik penyambung suara hati masyarakat. semoga media ini menjadi sarana informasi dan publikasi yang aktual, tajam dan terpercaya

Komentar Pembaca