Kelangkaan Mitan, DPRD Akan Undang Pertamina Tual

Wakil Ketua DPRD Malra, Johanis Bosco Rahawarin
Wakil Ketua DPRD Malra, Johanis Bosco Rahawarin

Tual News – Menyikapi keluhan masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara, soal kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM ), jenis Minyak Tanah, DPRD Kabupaten Malra dalam waktu dekat akan mengundang PT. Pertamina Cabang Tual bersama pihak terkait.

Wakil Ketua DPRD Malra, Johanis Bosco Rahawarin, kepada tualnews.com,  Selasa ( 03/11/2020 ), mengaku persoalan kelangkaan minyak tanah  di Bumi Larvul Ngabal sangat meresahkan masyarakat.

“ kami setiap saat dihubungi rakyat soal keluhan kelangkaan minyak tanah, sehigga kami akan undang Pertamina bersama pihak terkait untuk dudukan persoalan ini secara baik “ Tegasnya.

Menurut Rahawarin, kelangkaan  yang terjadi, diduga disebabkan oleh banyak pengguna yang tidak bertanggungjawab.

“ Minyak tanah langkah karena banyak pengguna yang tidak bertanggungjawab, misalnya pengguna motor laut speadbot yang ambil  dari pedagang eceran, padahal itu jatah masyarakat “ Tandas Politisi Partai Amanat Nasional ( PAN ).

Dirinya memberikan apresiasi kepada Disperindag Kabupaten Malra bersama Tim Pengendali BBM yang turun langsung menggelar operasi pasar Mitan di wilayah Kota Langgur dan sekitarnya.

“ Kami sudah sampaikan kepada Pertamina agar kedepan, distribusi minyak tanah harus diatur dengan baik, yakni jatah BBM  industri dan subsidi harus dipisahkan “ Jelas Wakil Ketua DPRD Malra.

Rahawarin memastikan, setelah massa tugas pengawasan (reses ) Anggota DPRD Malra, akan menggelar rapat gabungan  bersama Pertamina dan pihak terkait untuk memperjelas distribusi BBM, khusus minyak tanah dalam melayani kebutuhan masyarakat.

Untuk diketahui, Selasa ( 03/11/2020 ), Pertamina bersama Disperindag menggelar operasi pasar pada delapan titik lokasi yang ada di wilayah Kota Langgur dan sekitarnya. Setiap warga yang datang membeli Minyak Tanah dengan harga subsidi Rp 3.200 per liter, wajib membawah identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) dan Kartu Keluarga.

Satu KK hanya memperoleh jatah minyak tanah operasi pasar 10 liter, yang diawasi langsung Tim Pengendali BBM Kabupaten Malra. PT. Pertamina Cabang Tual menyediakan stok sebesar 5 KL minyak tanah dalam gelar operasi pasar tersebut.  ( TN )