Ada Apa Hakim PN Ambon Musnahkan Bukti Rekaman Pengakuan Terdakwa Narkotika Safi ?

Img 20221210 wa0037

Tual News – Masyarakat di Kota Tual, Provinsi Maluku saat ini terus mempertanyakan keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Nomor : Nomor 348/Pid.Sus/2022/PN Amb, tanggal 17 November 2022 yang memvonis terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi enam tahun penjara dalam perkara narkotika, pasalnya dalam amar putusan yang dibacakan Hakim PN Ambon, salah satu bukti rekaman percakapan terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi, tentang pengakuan undercover buy narkotika tanggal 28 Maret 2022 di Jalan Pahlawan Revolusi, ditetapkan Majelis Hakim PN Ambon untuk dimusnahkan.

Berdasarkan data yang dihimpun tualnews.com, pasca keluarnya putusan pra peradilan antara pemohon kakak kandung Safi, Yunan Helmi Thaha melawan BNN cq BNNP Maluku cq BNNK Tual, yakni putusan Nomor :  3/Pid.Pra/2022/PN Tul, tanggal 12 Juli 2022, Hakim Tunggal PN Tual, Akbar Ridho Arifin, S.H mengabulkan sebagian permohonan pemohon pra peradilan melawan BNN, salah satunya Hakim PN Tual menyatakan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka Rahmad Syafei Thaha alias Safi tanggal 28 Maret 2022 di Jalan Pahlawan Revolusi, Kabupaten Maluku Tenggara oleh petugas BNN tidak sah.

Selanjutnya BNNP Maluku menghormati putusan praperadilan PN Tual tersebut, ditengah berkas perkara Rahmad Syafei Thaha alias Safi sudah P-21 di Kejaksaan Negeri Tual.

Namun pasca keluarnya putusan praperadilan PN Tual itu, Kejari Tual mengembalikan berkas P- 21 itu kepada BNNP Maluku.

Dalam amar putusan terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi yang dibacakan Majelis Hakim PN Ambon, tanggal 17 November 2022, disebutkan para saksi BNNP Maluku menerima putusan pra peradilan dari Pengadilan Negeri Tual kalau Terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi harus dikeluarkan dari penahanannya di Rutan BNNP Maluku, sebab putusan praperadilan telah menerima sebagian permohonan dari pihak terdakwa Safi yaitu penangkapan dan penahanan terhadap Rahmad Syafei Thaha alias Safi tidak sah.

Namun kata Majelis Hakim PN Ambon, berdasarkan adanya bukti terbaru yaitu berupa rekaman percakapan Terdakwa Rahmad Syafei Thaha yang isi rekaman tersebut terdakwa menjelaskan  kalau dirinya dan Mela Zain Junaidi Kabalmay alias Ongen telah melakukan tindak pidana Narkotika tanggal 28 Maret 2022, di jalan Pahalawan Revolusi Maluku Tenggara.

Kata Majelis atas novum baru rekaman percakapan itu, selanjutnya para saksi BNN melakukan gelar untuk melakukan langkah selanjutnya yaitu melaksanakan penangkapan kembali terhadap Terdakwa Rahmad Syafei
Thaha pada hari rabu tanggal 13 Juli 2022 sekitar pukul 12.30 WIT di Jl. R.A. Kartini No.22 Karpan Ambon; atau tepatnya Kantor BNNP Maluku.

Ini hasil putusan pn ambon terhadap terdakwa rahmad syafei thaha 17 november 2022
Ini Hasil Putusan Pn Ambon Terhadap Terdakwa Rahmad Syafei Thaha 17 November 2022

Menurut Ketua Majelis Hakim PN Ambon, Mateus Sukusno Aji, S.H.MHum, didampingi dua Hakim Anggota masing – masing, Lutfi Alzagladi, SH, dan
Jenny Tulak, SH. M.H, dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu , dibantu Yenddy P. Tehusalawany, S.H, sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Ambon, yaitu memperhatikan, pasal 112 ayat (1) UU Republik
Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Nomor
8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-
undangan lain, maka :

MENGADILI:

1. Menyatakan Terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi tersebut
diatas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak
pidana “Tanpa hak mengusai Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman” sebagaimana dalam dakwaan alternatif Kedua Penuntut Umum;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa tersebut diatas dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun serta denda sebesar Rp 800.000.000,00
(delapan ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan;

5. Menetapkan agar barang bukti berupa:
– 1 (Satu ) paket butiran Kristal bening di duga narkotika golongan 1
bukan tanaman jenis sabu, di kemas menggunkan plastik klem bening ukuran kecil dengan berat total 0,85 gram

– 1 (satu) buah korek APi warna kuning

– 1(satu) Buah Flasdisk berisi rekaman percakan antara Rahmad Syafei
Thaha di rampas untuk dimusnahkan.

– 1(satu) Buah Hp merek Oppo warn abiru putih
Di kembalikan kepada saksi Roland Wattimena.

6. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara
sejumlah Rp 5.000,00 (lima ribu rupiah);

Dengan keputusan ini, terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi masih ditahan di Rutan BNNP Maluku.

Sementara hingga saat ini, status DPO dan tersangka Mela Zain Djunaidi Kabalmay alias Ongen yang diumumkan Kepala BNNP Maluku di media online, diperkuat pernyataan Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, di media online yang mengaku sudah menerima surat penetapan tersangka Ongen Kabalmay dari BNNP Maluku tanggal 13 Juni 2022, sesuai surat Ketetapan nomor penetapan S.Tap/02/VI/2022/BNNK Tual dan surat dari BNN kepada Kapolda Maluku, Nomor : B/408/VI/KA/PB.06.01/2022/BNN perihal, pemberitahuan Daftar Pencarian Orang ( DPO) atas nama Mela Zain Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay, makin membuat kebingungan di tengah masyarakat.

Ini olah tkp satreskrim polres tual, pasca kejadian penembakan tanggal 28 maret 2022, di jalan pahlawan revolusi
Ini Olah Tkp Satreskrim Polres Tual, Pasca Kejadian Penembakan Tanggal 28 Maret 2022, Di Jalan Pahlawan Revolusi

Untuk diketahui kasus undercover buy tanggal 28 Maret 2022 di Jalan Pahlawan Revolusi Kabupaten Maluku Tenggara, pukul 22.30 WIT, petugas BNNK Tual setelah menembak korban Mela Zein Djunaidi Kabalmay alias Ongen yang saat itu mengantar terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi menggunakan sepeda motor, pasca kejadian penembakan tepat ditempat mematikan pungung korban Ongen Kabalmay, petugas BNN bukanya turun menyelamatkan korban yang sudah ditembak, melainkan petugas BNNK  Tual memilih melarikan diri meninggalkan TKP yang ada di areal militer Makodim 1503 / Tual.

Alhasil, korban penembakan Ongen Kabalmay harus berjibaku bersama Rahmad Syafei Thaha alias Safi menuju rumah sakit terdekat yakni RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk memperoleh pertolongan medis.

Anehnya, korban penembakan Ongen Kabalmay selama berada di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur hanya diurus orang tua dan keluarga besar Kabalmay, sementara BNNK Tual dan BNNP Maluku tidak pernah datang melihat dan menjenguk korban selama terbaring di rumah sakit hingga harus diterbangkan ke Kota Makassar untuk operasi pengangkatan proyektil peluru dalam tubuh korban penembakan.

Pasca kejadian malam tanggal 28 Maret 2022, orang tua korban penembakan, Salahudin Kabalmay langsung membuat laporan polisi di SPKT Polres Tual.

SPKT Polres Tual menerima laporan polisi yang dibuat orang tua korban, Salahudin Kabalmay, Nomor: LP -B/67/III/2022/SPKT/Res Tual/Polda Maluku tanggal 28 Maret 2022.

Selanjutnya tanggal 29 Maret 2022, ketika Media Tual News melakukan konfirmasi langsung dengan Kapolres Tual saat itu, AKBP Dax E.Manuputty, S.I.K, Kapolres menjelaskan kalau korban penembakan Ongen Kabalmay di Jalan Pahlawan Revolusi tanggal 28 Maret 2022 dilakukan oleh Orang Tak Dikenal ( OTK ).

Pasca berita OTK yang menembak korban Ongen Kabalmay santer diberitakan media online di Kota Tual, tiga hari kemudian tepatnya tanggal 30 Maret 2022, pukul 16.30 WIT, Kepala BNNK Tual, Ahmad Rengiuryaan, S.Sos menggelar konferensi pers di Kantor BNNK Tual.

Kepala BNNK Tual dalam keterangan Pers mengaku yang melakukan penembakan terhadap korban Mela Zein Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay yang saat itu bersama Rahmad Syafei Thaha alias Safi adalah petugas BNNK Tual, bukan OTK seperti yang ada di Media Sosial ( medsos ).

Anehnya, dalam konferensi pers BNNK Tual tersebut, Kepala BNNK Tual tidak dapat memperlihatkan tersangka dan barang bukti narkotika, dalam kasus undercover buy tanggal 28 Maret 2022, diatas meja konferensi pers untuk dipublikasikan media kepada masyarakat.

Kepala BNNK Tual hanya berasumsi saat ditanya wartawan, kalau soal barang bukti, nanti BNN buktikan, sebab ada api, ada asap.

Korban penembakan BNNK Tual selama mendapat perawatan medis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur hingga mendapat rujukan ke RS. Universitas Hasanudin  Makasar, tidak satupun petugas BNNK Tual yang datang melihat, apalagi membantu orang tua korban dan keluarga Kabalmay.

Buntut dari proses penyelidikan dan penyidikan kasus penganiayaan berat terhadap korban penembakan Ongen Kabalmay oleh Polres Tual, para mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Polres Tual dan Kantor BNNK Tual.

Hal ini berujung, orang tua korban melakukan pemalangan jalan utama di Kota Tual, tepatnya eks Kantor PLN lama selama satu bulan lebih, sejak tanggal 30 Juni 2022 hingga 06 agustus 2022.

Namun lagi – lagi, selama empat bulan kasus ini bergulir di Polres Tual belum ada penetapan tersangka oknum PNS BNNK Tual yang melakukan penembakan terhadap korban Mela Zein Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay.

Hingga Kapolres Tual, AKBP Dax E.Manuputty, S.IK berpindah tugas sebagai Kapolres Maluku Tengah disaat suasana jalan utama Kota Tual dipalang orang tua korban penembakan, belum juga ada tersangka, padahal kasus ini sudah digelar di Polda Maluku tanggal 07 Mei 2022.

Hasil gelar kasus penembakan ini oleh penyidik Polres Tual bersama Dirreskrimum Polda Maluku dinaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan untuk penetapan tersangka.

Hal ini dibuktikan dengan penerimaan SP2HP oleh pelapor Salahudin Kabalmay dari penyidik Polres Tual tanggal 09 Mei 2022.

Proses penyidikan kasus ini yang memakan waktu lama dan belum ada kepastian hukum, secara mengejutkan, Kasat Reskrim Polres Tual, Hamin Siompu, dimutasikan menjabat Kasat Reskrim Polres Malra.

Hanya bertugas empat bulan lamanya, Kasat Reskrim Polres Malra, Hamin Siompu, S.E kembali dimutasi ke Polda Maluku.

Kapolres Tual yang baru, AKBP Prayudha Widiatmoko, S.I.K menjabat Kapolres Tual dalam suasana pemasangan jalan utama kota Tual oleh orang tua korban Salahudin Kabalmay.

Kapolres Prayudha yang baru tiba di Tual, berupaya memfasilitasi pembukaan jalan utama kota Tual itu dengan melibatkan para tokoh agama seperti para Imam Masjid Tual dan Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) cabang Tual, Hi. Ahmad Kabalmay, tanggal 16 Juli 2022, pukul 14.30 WIT.

Namun upaya fasilitasi Kapolres Tual dirumah kediaman orang tua korban penembakan, Salahudin Kabalmay tak berhasil alias gagal.

Akhirnya,  Sekretaris Daerah Kota Tual, A. Yani Renuat yang turun membuka pemalangan jalan utama tersebut, tepat di Kantor eks PLN Lama, sabtu 06 Agustus 2022, pukul 18.00 WIT.

Pembukaan pemalangan jalan oleh Sekda Kota Tual, setelah ada kesepakatan bersama orang tua korban penembakan, mengingat Kota Tual sebagai tuan rumah kegiatan pesparani Katolik IV Provinsi Maluku.

Kapolres Tual AKBP Prayudha Widiatmoko, S.I.K bersama Kasat Reskrim Polres Tual, Mahadewa Bayu berupaya keras menuntaskan kasus yang terus menjadi sorotan publik, namun penyidik Polres Tual dan Dirreskrimum Polda Maluku terkendala penyitaan dua pucuk senjata pistol saat kejadian undercover buy tanggal 28 Maret 2022.

Dirreskrimum Polda Maluku bersama penyidik sudah mendatangi Kantor BNNP Maluku untuk melaksanakan penyitaan dua senjata pistol jenis PZ – 07, berdasarkan surat Surat ijin penyitaan dari pengadilan Negeri Ambon, Nomor : 320/Pen.Pid/2022/PN.amb. tanggal 09 juni 2022, dan penetapan penyitaan, Nomor : 74/PN.Pid/2022/PN Tul, namun mereka terkendala, sebab Kepala BNNP Maluku meminta Dirreskrimum Polda Maluku membuat surat tertulis yang tembusanya kepada BNN RI.

Dirreskrimum Polda Maluku bersama penyidik Polres Tual, menyanggupi permintaan itu dengan membuat surat tertulis resmi tanggal 14 Juni 2022, perihal penyitaan dua senpi PZ – 07.

Surat tertulis Dirreskrimum Polda Maluku, kemudian dibalas dengan surat tertulis resmi Kepala BNNP Maluku, Brigjen Rohmad Nursahid, tanggal 15 Juni 2022.

Dalam surat tertulis Kepala BNNP Maluku menyatakan belum dapat memenuhi permintaan Dirreskrimum Polda Maluku, untuk penyitaan dua senpi PZ-07, sebab itu adalah barang milik negara.

Akibat ketidakpastian hukum dalam penyidikan kasus ini, orang tua korban penembakan, Salahudin Kabalmay membuat laporan tertulis resmi kepada Presiden RI, Joko Widodo dan Kapolri RI, Listyo Sigit Prabowo.

Bukan hanya laporan tertulis, orang tua korban bersama Kuasa Hukum, Gasandi Renfaan, S.H nekad terbang ke Jakarta dan menyambangi Bareskrim Mabes Polri.

Hasil laporan orang tua korban penembakan yang diterima Kapolri, akhirnya mendapat atensi khusus Kapolri.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo, kemudian meminta Kabareskrim Mabes Polri, untuk segera menuntaskan penyidikan kasus penganiayaan berat terhadap korban Mela Zein Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay.

Akhir dari drama penyidikan kasus yang memakan waktu delapan bulan lamanya di Polres Tual dan Polda Maluku yakni Karo Wassidik Bareskrim Mabes Polri mengambil alih gelar perkara khusus kasus ini di Bareskrim Mabes Polri.

Hingga saat ini, tercatat sudah enam kali gelar perkara khusus kasus penganiayaan berat ini di Bareskrim Mabes Polri bersama penyidik Polda Maluku dan Polres Tual.

Terakhir gelar khusus internal antara Karo Wassidik Bareskrim Mabes Polri bersama penyidik Polda Maluku dan Polres Tual, rabu 07 Desember 2022, dari pukul 11.00 WIT hingga pukul 15.30 WIT, Karo Wassidik Bareskrim Mabes Polri mengeluarkan dua rekomendasi gelar yakni :

1. Penyidik Polres Tual diminta melakukan upaya paksa penyitaan terhadap senjatacl api pistol yang digunakan saat tindak pidana yang dilaporkan tanggal 28 Maret 2022 di jalan Pahalawan Revolusi, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara

2. Penyidik diminta untuk melengkapi kekurangan yaknibl meminta tambahan keterangan dari Ahli.

Saat ini masyarakat Kota Tual menanti penuntasan kasus ini dengan penetapan tersangka, agar memberikan rasa keadilan hukum bagi korban bersama keluarga besar Marga Kabalmay di Kota Tual, sebab tak terasa sudah memasuki sembilan bulan hingga Desember 2022, belum juga ada penetapan tersangka kasus ini. Semoga demikian…?

( Penulis : Neri Rahabav)