Saksi BNN di PN Ambon Akui Tembak Satu Kali, Kapolres Lapor Kapolda Maluku Tembak Dua Kali..?

Img 20221204 wa0033

Tual News – Dua saksi BNNK Tual yang memberikan keterangan saksi dalam perkara putusan nomor 348/Pid.Sus/2022/PN Amb, tanggal 17 November 2022 mengaku melakukan tindakan tegas dan terukur dalam kasus undercover buy tanggal 28 Maret 2022, pukul 12.30 WIT di jalan pahlawan Revolusi, Kabupaten Maluku Tenggara terhadap terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi dan Mela Zain Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay dengan melaksanakan penembakan sebanyak satu kali.

Hal ini dibacakan dan diputuskan dalam sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, kamis ( 17 /11/2022).

Persidangan yang dipimpin Hakim Ketua, Mateus Sukosno Aji, S.H, M.Hum, didampingi dua Hakim Anggota masing – masing Lutfi Alzagladi, S.H dan Jenny Tulak, S.H, M.H, dibantu panitera pengganti Yenddy P.Tehusalawany, S.H dihadiri Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku, Augistina I P Ubleeuw, S.H, terdakwa serta penasehat hukumnya memvonis terdakwa Rahmad Syafei Thaha alias Safi pidana penjara enam tahun dan denda sebesar Rp 800 juta, sebab Majelis Hakim PN Ambon menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menguasai narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, sebagaimana dalam dakwaan alternatif kedua JPU.

Ini olah tkp satreskrim polres tual, pasca kejadian penembakan tanggal 28 maret 2022, di jalan pahlawan revolusi
Ini Olah Tkp Satreskrim Polres Tual, Pasca Kejadian Penembakan Tanggal 28 Maret 2022, Di Jalan Pahlawan Revolusi

Dalam putusan Majelis Hakim PN Ambon, yang diterima tualnews.com, ada enam keterangan saksi, dua diantaranya dua saksi dari BNNK Tual dan empat saksi BNNP Maluku.

Berikut tualnews.com, menurunkan kutipan keterangan dua saksi dari BNNK Tual yakni saksi Novri Pattamangi dan saksi Roland A.Wattimena.

Saksi Novri Pattamangi

Bahwa saksi dalam keadaan sehat Jasmani dan sehat Rohani.

– Bahwa saksi diperiksa di persidangan sehubungan dengan perkara Narkotika.
– Bahwa kejadian tindak pidana terjadi pada tanggal 28 Maret 2022 di jln Pahlawan Revolusi di Maluku Tenggara sekitar pukul 12.30 WIT.
– Bahwa kejadian terjadi di antara kantor KPPN Tual dan kantor PN Tual.
– Bahwa saksi Novri melakukan penangkpan terhdap terdakwa pertama bersama dengan Saksi Roland Wattimena.
Bahwa saat penangkpan pertama terdakwa sempat melarikan diri
bersama dengan teman terdakwa Ongen Kabalmay (DPO).
– Bahwa penangkapan terdakwa pertama kali di tanggal 28 Maret 2022
sekitar pukul 12.30 Wit.
– Bahwa saksi menerangkan saat penangkapan pertama saksi Roland dan saksi Novri sedang menunggu terdakwa datang.
– Bahwa saksi Roland melakukan Under Cover Buy.
– Bahwa saksi Roland dan terdakwa melakukan kesepakatan untuk
bertemu di depan kantor Pengadilan Negeri Tual.
– Bahwa saat saksi Novri dan saksi Roland sudah di tempat yang telah di
sepakati dan setelah beberapa saat terlihat terdakwa datang dengan
menggunakan motor dengan posisi terdakwa di bonceng oleh saudara
Ongen Kabalamay (DPO).
– Bahwa saat sampai di tempat yang di sepakati oleh saksi Roland Watimenna sebagia Ongki dengan terdakwa Rahmad syafei thaha kemudian saat saksi Roland hendak keluar untuk menuju ke terdakwa tiba-tiba saksi melihat terdakwa dan saudara Ongen Kabalmay lari dengan menggunakan motor tersebut.
– Bahwa saat itu juga saksi Novri sempat berteriak jangan lari, tetapi terdakwa dan saudara ongen Kabalmay langsung lari sambil membelokkan motor mereka dan saat yang bersamaan itu saksi langsung menembak terdakwa tetapi terdakwa tetap lari.
– Bahwa saat sebelum melakukan penembakan saksi novri sempat melihat saudara ongen kabalmay membuat sesuatu barang ke sebelah kanan terdakwa.
– Bahwa saat itu juga saksi novri dan saksi Roland dan juga saksi La ode Arif langsung mengejar terdakwa tetapi karena tidak dapat sehingga kemudian saksi Novri dan saksi Roland sepakat untuk kembali ke TKP di Jalan Revolusi untuk mencari sesuatu yang di buang oleh terdakwa dan saudara Ongebn Kabalmay.
– Bahwa saat itu kemudian saksi mencari barang di tempat yang di buang oleh terdakwa dan setelah beberapa lama kemudian saksi menemukan sabu yang diikat oleh korek tokei warna kuning dan sabu tersebut dibungkus dengan plastik klem bening ukuran kecil.
– Bahwa barang bukti sabu yang di buang saksi temukan di dekat tiang listrik.
Bahwa setelah mendapatkan barang bukti sabu yang di duga barang yang di buang oleh terdakwa sehingga saat itu juga saksi langsung mengamankan barang bukti tersebut.
– Bahwa kemudian saksi novri dengan saksi Roland memutuskan untuk kembali ke kantor BNN Tual untuk kembali mengatur satrategi  melakukan penangkapan terhdap terdakwa.
Terhadap keterangan saksi, terdakwa membenarkannya.

Saksi ROLAND WATTIMENA

Dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

– Bahwa saksi dalam keadaan sehat Jasmani dan sehat Rohani.
– Bahwa saksi diperiksa di persidangan sehubungan dengan perkara Narkotika.
– Bahwa kejadian tindak pidana terjadi pada tanggal 28 Maret 2022 di jln Pahlawan Revolusi di Maluku tenggara sekitar pukul 12.30 WIT.
– Bahwa kejadian terjadi di antara kantor KPPN Tual dan kantor PN Tual.
– Bahwa saksi Novri melakukan penangkpan terhdap terdakwa pertama bersama dengan Saksi Roland Wattimena.
– Bahwa saat penangkpan pertama terdakwa sempat melarikan diri
bersama dengan teman terdakwa Ongen Kabalmay (DPO).
– Bahwa penangkapan terdakwa pertama kali di tanggal 28 Maret 2022 sekitar pukul 12.30 Wit.
– Bahwa saksi menerangkan saat penangkapan pertama saksi Roland dan saksi Novri sedang menunggu terdakwa datang.
– Bahwa saksi Roland melakukan Under Cover Buy.
– Bahwa saksi Roland dan terdakwa melakukan kesepakatan untuk
bertemu di depan kantor Pengadilan Negeri Tual.
– Bahwa saat saksi Novri dan saksi Roland sudah di tempat yang telah di
sepakati dan setelah beberapa saat terlihat terdakwa datang dengan
menggunakan motor dengan posisi terdakwa dibonceng oleh saudara
Ongen Kabalamay (DPO).
– Bahwa saat sampai di tempat yang di sepakati oleh saksi Roland
Watimenna sebagai Ongki dengan terdakwa Rahmad Syafei Thaha
kemudian saat saksi Roland hendak keluar untuk menuju ke terdakwa tiba-tiba saksi melihat  terdakwa dan saudara Ongen Kabalmay lari dengan menggunakan motor tersebut.
– Bahwa saat itu juga saksi Novri sempat berteriak jangan lari tetapi terdakwa dan saudara ongen Kabalmay langsung lari sambil membelokkan motor mereka dan saat yang bersamaan itu saksi
langsung menembak terdakwa tetapi terdakwa tetap lari.
– Bahwa saat sebelum melakukan penembakan saksi novri sempat melihat saudara ongen kabalmay membuat sesuatu barang ke sebelah kanan
terdakwa.
– Bahwa saat itu juga saksi novri dan saksi Roland dan juga saksi La Ode Arif langsung mengejar terdakwa tetapi karena tidak dapat sehingga kemudian saksi Novri dan saksi Roland sepakat untuk kembali ke TKP di Jalan Revolusi untuk mencari sesuatu yang di buang oleh terdakwa dan saudara Ongebn Kabalmay.
– Bahwa saat itu kemudian saksi mencari barang di tempat yang di buang oleh terdakwa dan setelah beberapa lama kemudian saksi menemukan sabu yang diikat oleh korek tokei warna kuning dan sabu tersebut di bungkus dengan plastik klem bening ukuran kecil.
– Setelah mendapatkan barang bukti sabu yang di duga barang yang di
buang oleh terdakwa sehingga saat itu juga saksi langsung mengamankan barang bukti tersebut.
– Bahwa kemudian saksi novri dengan saksi Roland memutuskan untuk kembali ke kantor BNN Tual mengatur satrategi untuk melakukan penangkapan terhdap terdakwa.
– Bahwa setelah mengatur strategi ulang dan disepakati saksi Roland dan saksi Reza ATamimi dan saksi Chrisma Erlely kembali mencari terdakwa dan kemudian di dapatkan informasi bahwa terdakwa sedang berada di rumah sudara Fuad Hajar Thaha sehingga saat itu juga saksi Roland dengan saksi Reza dan saksi Chrisma Erlely memutuskan untuk pergi menuju ke rumah saudara Fuad Hajar Thaha.
– Bahwa saat sampai di rumah sudara Fuad Hajar Thaha saksi Roland dengan saksi Reza Atammimi serta saksi Crisma Erlely kemudian saksi Roland mengetuk pintu dan saat itu pintu di buka seorang anak kecil perempuan yang di ketahui adalah ponakan dari terdakwa.
– Bahwa saksi sempat menanyakan kepada anak perempuan tersebut tetapi anak kecil ini tidk tahu sambil anak ini meninggalkan saksi.
– Bahwa saat yang bersamaan saksi mendengar ada bunyi-bunyi di
bagian belakang dan kemudian saksi langsung menuju ke belakang
untuk mencari sumber kegaduhan tersebut.
– Bahwa saat yang bersamaan terlihat terdakwa keluar dari kamar belakang dan saat itu juga saksi menanyakan nama terdakwa dan kemudian terdakwa langsung mengatakan bahwa terdakwa adalah Rahmad Thaha dan saat itu juga saksi Roland dan saksi Reza Atamimi
dan saksi Chrisma langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa sambil saksi menunjukkan surat perintah tugas.
Terhadap keterangan saksi Terdakwa membenarkan.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun tualnews.com dari laporan Mantan Kapolres Tual yang saat ini sebagai Kapolres Maluku Tengah, AKBP Dax Manuputty, S.I.K kepada Kapolda Maluku, Irjen Pol. Lotharia Latif, S.H, M.Hum, terkait permintaan gelar kasus ini, menguraikan secara lengkap kronologis kasus undercover buy tanggal 28 Maret 2022, pukul 22.00 WIT di Jalan pahlawan revolusi, kecamatan kei lecil, kabupaten Maluku Tenggara.

Laporan resmi Kapolres Tual itu kepada Kapolda Maluku melalui surat resmi Nomor : B /344/V/Huk.7.1/2022/Res Tual, tanggal 04 Mei 2022, menguraikan secara lengkap kronologis kasus dan nama oknum anggota BNNK Tual yang melakukan penembakan sebanyak dua kali terhadap korban Mela Zein Djunaidi Kabalmay alias Ongen Kabalmay tanggal 28 Maret 2022.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukan dua buah selongsong peluru saat penyidik Satreskrim Polres Tual melakukan olah TKP di Jalan Pahlawan Revolusi.

Surat laporan tertulis Kapolres Tual saat itu tembusanya juga disampaikan kepada Irwasda Polda Maluku dan Propam Polda Maluku.

Saat ini gelar perkara khusus ini sudah diambil alih Bareskrim Mabes Polri. Dalam lima kali gelar di lantai sepuluh Biro Wassidik Bareskrim Polri, terus ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan karena alasan teknis

Patut diduga penundaan gelar perkara khusus kasus ini di Bareskrim Mabes Polri, bisa saja terkait barang bukti ( BB ) senjata api pistol yang digunakan  oknum PNS BNNK Tual saat malam kejadian tanggal 28 Maret 2022, patut diduga icin penggunaan senjata pistol milik BNN itu sudah kadaluarsa alias mati sejak tahun 2020.

Padahal faktanya, Pengadilan Negeri sudah mengeluarkan icin penyitaan dua barang bukti senjata pistol PZ – 07 kepada penyidik untuk disita demi kepentingan penyidikan, namun lagi – lagi Kepala BNNP Maluku melalui surat tertulis kepada penyidik menyatakan belum menyerahkan BB senjata pistol milik BNN, karena barang milik negara, sesuai amanat Undang Undang tentang Narkotika dan barang milik negara.

( Tim Redaksi Media Tual News)